Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 14 August 2025 Waktu baca 5 menit
Pasar aset kripto mengalami lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) pada hari ini meningkat signifikan dan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), seiring dengan reli indeks S&P 500 yang juga mencatatkan kenaikan rekor selama dua hari berturut-turut.
Berdasarkan data Coinmarketcap pada Kamis (14/8/2025) pukul 06.15 WIB, kapitalisasi pasar kripto global meningkat sebesar 3,14% menjadi US$ 4,18 triliun dalam periode 24 jam.
Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC), naik 2,49% dalam sehari terakhir. Saat ini, harga Bitcoin berada di level US$ 123.025 per koin, setara dengan Rp 1,98 miliar (kurs Rp 16.115). Bitcoin sempat menyentuh US$ 123.500 pada Rabu malam waktu New York, melampaui rekor sebelumnya di US$ 123.205,12 yang tercatat pada 14 Juli lalu.
Kenaikan harga juga dialami oleh Ethereum (ETH) sebesar 3,51% menjadi US$ 4.738, mendekati ATH tahun 2021 di US$ 4.865. Binance Coin (BNB) naik 1,48% menjadi US$ 846, Solana (SOL) melesat 5,85% menjadi US$ 202, Dogecoin (DOGE) naik 4,19% menjadi US$ 0,24, dan XRP naik 0,14% menjadi US$ 3,27.
Menurut laporan Cointelegraph, kenaikan harga Bitcoin terjadi di tengah sentimen positif pasar global setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk Juli yang menunjukkan CPI tahunan tetap di angka 2,7%, sama seperti Juni dan di bawah ekspektasi 2,8%. Secara bulanan, CPI naik 0,2%, lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,3% pada bulan sebelumnya.
Data tersebut meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve pada pertemuan September, dengan probabilitas mencapai 93,9% berdasarkan CME FedWatch Tool. Investor berpengalaman di pasar kripto menilai bahwa penurunan suku bunga dan pelonggaran kebijakan moneter secara historis menjadi katalis positif bagi kenaikan harga Bitcoin.
Antisipasi Kebijakan Trump
Pasar juga menunggu implementasi agenda ekonomi Presiden AS Donald Trump yang tercantum dalam "One Big Beautiful Bill", yang dinilai berpotensi mendorong peningkatan belanja, inflasi, serta minat risiko di pasar keuangan.
Aliran dana masuk ke ETF Bitcoin dan Ether spot turut memperkuat optimisme pasar. Berdasarkan data Farside Investors pada Selasa (12/8/2025), ETF BTC mencatat net inflow sebesar US$ 65,9 juta, sedangkan ETF ETH melonjak dengan pembelian senilai US$ 523,9 juta. Bahkan, ETF ETH mencetak arus masuk harian terbesar sepanjang sejarah, yakni US$ 1 miliar.
Walaupun arus masuk ETF Bitcoin mulai melambat, instrumen ini masih mencatat total inflow sebesar US$ 1,02 miliar sejak Jumat lalu. Keberhasilan ETF ETH diyakini membawa efek positif terhadap Bitcoin dan altcoin lainnya.
Data liquidation heatmap dari Hyblock menunjukkan bahwa Bitcoin telah menembus area likuidasi posisi jual di kisaran US$ 122.500, dengan potensi penutupan paksa posisi hingga level US$ 124.000.
Sementara itu, data CoinGlass mengindikasikan hampir US$ 2 miliar posisi short berisiko terlikuidasi jika harga BTC berhasil menembus kisaran US$ 122.800 hingga US$ 125.500.
Sumber: investor.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.