Pemerintah AS Siapkan Tindakan Tegas untuk Bank yang Menghambat Operasional Perusahaan Kripto

Crypto News - Diposting pada 07 August 2025 Waktu baca 5 menit

Gedung Putih Siapkan Sanksi bagi Bank yang Diskriminatif terhadap Industri Kripto dan Kelompok Konservatif

Pemerintahan Amerika Serikat tengah menyiapkan perintah eksekutif yang berpotensi menjatuhkan sanksi kepada bank-bank yang terbukti melakukan diskriminasi terhadap perusahaan kripto maupun kelompok konservatif. Langkah ini disebut sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terkait praktik de-banking yang dinilai bermotif ideologis dan politis, bukan semata pertimbangan komersial. 

 

Kritik Terhadap Praktik De-Banking Kian Meluas

Draf kebijakan tersebut muncul di tengah sorotan tajam terhadap praktik pemutusan layanan perbankan yang tidak berdasarkan pertimbangan bisnis, melainkan karena tekanan ideologis. Beberapa institusi perbankan sebelumnya mengklaim keputusan tersebut dilakukan demi memenuhi ketentuan anti-pencucian uang dan menghindari risiko reputasi. 

 

Instruksi kepada Regulator dan Lembaga Terkait

Mengutip laporan Wall Street Journal, perintah ini akan menginstruksikan lembaga pengawas federal seperti Office of the Comptroller of the Currency (OCC), Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), serta Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) untuk menyelidiki pelanggaran terhadap sejumlah undang-undang, di antaranya:

  • Equal Credit Opportunity Act

  • Undang-undang Antitrust

  • Regulasi Perlindungan Konsumen

Sanksi yang bisa dijatuhkan mencakup denda administratif, consent decree, hingga tindakan disipliner. Selain itu, Small Business Administration (SBA) juga akan diminta meninjau ulang kebijakan pinjaman terhadap pelaku usaha kecil, guna memastikan tidak ada bentuk diskriminasi terhadap entitas yang berkecimpung di industri kripto maupun komunitas konservatif. 

 

Kasus Kontroversial Jadi Sorotan

Meski tak secara langsung menyebut nama institusi keuangan, rancangan perintah ini merujuk pada sejumlah insiden sebelumnya. Salah satunya adalah dugaan penutupan akun oleh Bank of America terhadap organisasi Kristen di Uganda tanpa dasar hukum yang jelas. Dalam catatan lain, mantan Presiden Donald Trump serta sejumlah tokoh konservatif pernah menuduh JPMorgan Chase dan Bank of America melakukan penolakan layanan atas dasar afiliasi politik. Meski demikian, kedua bank tersebut membantah tudingan tersebut. 

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.