Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 01 March 2026 Waktu baca 5 menit
Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka tengah melaksanakan gelombang serangan keenam sebagai respons atas pemboman yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga ke Dubai, Uni Emirat Arab, serta Doha, Qatar.
Mengutip laporan Al-Jazeera dan AFP pada Minggu (1/3/2026), Iran mengumumkan telah meluncurkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer milik Israel dan AS di kawasan Arab. IRGC mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan 27 pangkalan AS, termasuk pangkalan udara Tel Nof milik Israel, markas komando militer Israel di HaKirya, Tel Aviv, serta kompleks industri pertahanan utama di kota yang sama.
Pasukan Iran disebut akan menerapkan langkah balasan yang berbeda dan tegas, dengan rangkaian serangan berturut-turut yang mereka sebut sebagai tindakan yang tak terelakkan. Setelah pengumuman serangan tersebut, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di berbagai lokasi.
AFP melaporkan bahwa ledakan keras terdengar pada Minggu pagi di sekitar Bandara Erbil, yang menjadi lokasi penempatan pasukan koalisi pimpinan AS di wilayah otonom Kurdistan, Irak. Asap hitam pekat terlihat membumbung dari area bandara tersebut.
Pada Sabtu (28/2), pasukan koalisi pimpinan AS juga dilaporkan berhasil menembak jatuh sejumlah rudal dan drone bermuatan bahan peledak di atas wilayah Erbil.
Militer Israel menyatakan pihaknya sedang merespons serangan rudal dari Iran. Israel mengaktifkan sirene peringatan serangan udara di wilayah Israel bagian tengah serta sebagian Tepi Barat yang diduduki.
“Sirene dibunyikan di sejumlah wilayah di seluruh negeri setelah terdeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Negara Israel,” ujar pihak militer, seraya menambahkan bahwa angkatan udara tengah beroperasi untuk mencegat serta menyerang ancaman apabila diperlukan.
Selain itu, beberapa ledakan juga dilaporkan terdengar di Doha, ibu kota Qatar, serta di Manama, ibu kota Bahrain. Sirene peringatan serangan udara juga diaktifkan di Kuwait. Negara-negara yang berdekatan dengan Iran tersebut diketahui menjadi lokasi penempatan pasukan dan peralatan militer AS.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.