Iran Luncurkan Serangan Terbaru, Pangkalan AS dan Israel di Kawasan Teluk Jadi Target

Berita Terkini - Diposting pada 11 March 2026 Waktu baca 5 menit

Foto: Iran meluncurkan dua sistem pertahanan udara terbarunya yaitu sistem rudal anti-balistik Arman dan sistem pertahanan udara ketinggian rendah Azarakhsh. (WANA via REUTERS)

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) kembali melancarkan gelombang serangan terbaru yang menargetkan pangkalan militer milik Amerika Serikat (AS) serta instalasi militer Israel. Serangan tersebut diarahkan ke sejumlah wilayah di negara-negara Teluk hingga ke Israel.

 

Dilaporkan oleh Al-Jazeera pada Selasa (10/3/2026), dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui kantor berita semi-resmi Mehr, IRGC menyebutkan bahwa mereka telah meluncurkan gelombang serangan ke-34 terhadap target militer milik Amerika Serikat dan Israel dengan menggunakan tiga jenis rudal serta satu tipe rudal hipersonik.

 

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa serangan ini menargetkan pasukan Amerika Serikat yang berada di pangkalan udara Al-Dhafra di dekat Abu Dhabi serta pangkalan udara Jufair di Bahrain. Selain itu, beberapa fasilitas militer Israel juga menjadi sasaran, terutama pangkalan udara Ramat David dan bandara sipil Haifa.

 

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa peluncur rudal tersembunyi milik tentara Zionis di wilayah Bnei Brak di sebelah timur Tel Aviv berhasil dihantam oleh rudal kuat yang diluncurkan oleh Iran.

 

Sementara itu, militer Israel menyatakan bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran yang mengarah ke wilayah Israel. Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyampaikan bahwa sistem pertahanan mereka sedang berupaya mencegat ancaman tersebut.

 

Di sisi lain, Israel juga melaporkan bahwa serangan roket yang berasal dari Lebanon telah melukai beberapa orang di wilayah tengah Israel. Sejumlah warga mengalami luka ringan setelah roket yang ditembakkan dari Lebanon jatuh di kawasan tersebut.

 

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, militer Israel menyebutkan bahwa sebagian besar roket yang diluncurkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan. Namun, dua proyektil dilaporkan jatuh di lokasi yang berbeda tanpa adanya peringatan sebelumnya.

 

Hasil penyelidikan bersama yang dilakukan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel dan angkatan udara menemukan bahwa roket-roket tersebut sebenarnya telah terdeteksi oleh sistem pertahanan, tetapi tidak berhasil dicegat tepat pada waktunya.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.