Pendapatan YouTube 2025 Tembus US$60 Miliar, Kukuhkan Diri Jadi Raja Platform Video

Berita Terkini - Diposting pada 07 February 2026 Waktu baca 5 menit

Platform video YouTube mencatatkan pendapatan lebih dari US$60 miliar sepanjang 2025, yang berasal dari iklan dan layanan berlangganan. Ini menjadi pertama kalinya perusahaan induknya, Alphabet, mengungkapkan secara rinci total pendapatan YouTube. Dengan capaian tersebut, YouTube melampaui Netflix sebagai pemimpin layanan streaming berlangganan, di mana Netflix membukukan pendapatan US$45,18 miliar sepanjang 2025. Bahkan, pendapatan YouTube hanya berada di bawah Disney yang meraih US$95,7 miliar pada tahun kalender yang sama.

 

Mengutip Variety, CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai menyampaikan bahwa jumlah pelanggan berbayar di seluruh layanan konsumen perusahaan, termasuk YouTube Premium, YouTube TV, dan Google One, kini telah melampaui 325 juta. Di sisi lain, YouTube juga mencatatkan rekor penjualan iklan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal keempat 2025, meskipun realisasinya masih berada di bawah ekspektasi pasar.

 

Dalam tiga bulan terakhir 2025, pendapatan iklan global YouTube mencapai US$11,38 miliar atau tumbuh 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan laporan Alphabet. Sementara itu, StreetAccount mencatat bahwa analis Wall Street sebelumnya memperkirakan pendapatan iklan YouTube sebesar US$11,84 miliar.

 

Untuk iklan merek, belanja iklan politik di YouTube tercatat menurun pada kuartal terakhir 2025 dibandingkan kuartal keempat 2024. Pichai juga mengungkapkan bahwa NFL mencatatkan jumlah pelanggan berbayar tertinggi untuk paket Sunday Ticket di luar pasar melalui YouTube pada musim terbaru.

 

Pada Oktober 2025, konsumsi podcast di YouTube melalui perangkat TV mencapai lebih dari 700 juta jam tayang, meningkat sekitar 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, Alphabet membukukan pendapatan kuartal keempat sebesar US$113,8 miliar, tumbuh 18%, serta laba bersih US$34,5 miliar atau naik 30%, dengan laba per saham (EPS) mencapai US$2,82. Angka tersebut melampaui estimasi konsensus analis yang memperkirakan pendapatan US$111,43 miliar dan EPS US$2,63.

 

Alphabet menilai investasi dan penguatan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan di seluruh lini bisnis. Pichai menyebutkan bahwa untuk memenuhi permintaan pelanggan dan menangkap peluang jangka panjang, perusahaan memperkirakan belanja modal pada 2026 berada di kisaran US$175 miliar hingga US$185 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan pengeluaran tahun 2025 sebesar US$91,4 miliar.

 

Sementara itu, CEO YouTube Neal Mohan, dalam surat komunitas tahun 2026 yang memaparkan prioritas platform, memuji kehadiran berbagai alat AI baru untuk kreator. Ia menyebutkan lebih dari 1 juta kanal menggunakan fitur AI YouTube setiap hari pada Desember 2025.

 

Namun, seiring meningkatnya penggunaan AI, muncul kekhawatiran terkait maraknya konten berkualitas rendah. Oleh karena itu, YouTube berupaya menekan penyebaran konten AI yang repetitif dan tidak bernilai. Mohan juga menyampaikan bahwa YouTube Shorts kini rata-rata ditonton hingga 200 miliar kali per hari.

 

Pada tahun ini, YouTube akan menggabungkan berbagai format konten, termasuk unggahan gambar, langsung ke dalam feed Shorts. Selain itu, YouTube TV akan segera menghadirkan fitur multiview yang sepenuhnya dapat dikustomisasi untuk menonton beberapa saluran sekaligus, serta meluncurkan sedikitnya 10 paket YouTube TV berbiaya rendah berbasis genre, seperti olahraga, hiburan, dan berita.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.