5 Bulan Pasca Menerima Pendanaan Rp736 Miliar, Startup Flash Coffee PHK Massal

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 16 October 2023 Waktu baca 5 menit

Startup kopi asal Singapura, Flash Coffee, telah memutuskan untuk menutup semua gerainya di negara tersebut. Keputusan ini datang setelah perusahaan mengumumkan menerima pendanaan seri B senilai US$50 juta atau sekitar Rp736 miliar, yang dipimpin oleh White Star Capital.

 

Pada Selasa 10 Oktober yang lalu, manajemen Flash Coffee secara tiba-tiba mengumumkan penutupan 11 gerai di Singapura. Perusahaan tersebut telah menghentikan operasi di gerai-gerai tersebut, sambil berusaha menawarkan peran kepada staf kantor pusat mereka di pasar lain atau tim regional, serta berupaya menghubungkan barista mereka dengan peluang di jaringan kopi lain.

 

Meskipun Flash Coffee mengalami penutupan gerai di Singapura, perusahaan ini masih memiliki utang gaji terhadap karyawan. Untuk gaji bulan September 2023, karyawan baru menerima 25% dari gaji mereka, sementara 75% sisanya masih belum dibayarkan. Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut tentang kapan atau bagaimana sisa gaji karyawan ini akan dibayarkan.

 

Keputusan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di kantor pusat Flash Coffee di Singapura menjadi sebuah anomali, mengingat pada Mei sebelumnya, perusahaan ini menyambut dengan gembira injeksi modal baru senilai 50 juta dolar Singapura atau sekitar Rp736 miliar dari investor. CEO dan Co-Founder Flash Coffee, David Brunier, menyatakan keyakinan mereka dalam mencapai profit di tingkat grup tahun depan.

 

David juga menegaskan bahwa dana segar ini akan digunakan untuk mempercepat pencapaian profit di tingkat grup, memperluas jaringan ke berbagai kota lain, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di wilayah Asia Pasifik. Mereka berkomitmen untuk menyediakan kopi berkualitas premium bagi konsumen di Indonesia, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Korea Selatan, serta mengembangkan teknologi dan inovasi produk guna meningkatkan performa penjualan di gerai-gerai yang sudah ada.

 

David menekankan bahwa Flash Coffee telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam dua tahun terakhir, dengan peningkatan pendapatan sebanyak 23 kali lipat selama tahun 2021 dan empat kali lipat selama tahun 2022. Mereka juga mencapai lebih dari 100 persen kenaikan EBITDA year on year di tingkat grup pada tahun yang sama. Menurutnya, Flash Coffee berada di jalur yang tepat untuk mencapai profit di tingkat grup pada tahun 2024, dengan pasar utamanya ditargetkan untuk mencapai EBITDA positif dalam beberapa bulan ke depan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.