China Genjot Likuiditas Jangka Panjang Demi Stabilkan Pasar Finansial

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 25 August 2025 Waktu baca 5 menit

Bank Sentral Tiongkok meningkatkan injeksi likuiditas jangka panjang ke dalam sistem keuangan, sebuah langkah yang diperkirakan bertujuan menahan tekanan aksi jual obligasi serta memastikan ketersediaan pendanaan yang memadai bagi perekonomian yang tengah melemah.

 

People’s Bank of China (PBOC) menyalurkan likuiditas bersih sebesar 600 miliar yuan (sekitar Rp1.360 triliun) melalui fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun serta reverse repo dengan tenor tiga dan enam bulan sepanjang bulan ini. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sejak Januari, menurut data Bloomberg. Langkah ini menurunkan suku bunga pasar uang overnight dan mendorong kenaikan kontrak berjangka obligasi.

 

Kebijakan ini menunjukkan komitmen Beijing dalam menjaga stabilitas pendanaan sekaligus mendukung penerbitan surat utang pemerintah, setelah para investor menuntut imbal hasil tertinggi sejak Desember dalam lelang obligasi tenor 30 tahun. Kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi tekanan penarikan dana dari reksa dana obligasi serta mencegah kerugian berkelanjutan ketika sebagian investor beralih ke pasar saham.

 

“PBOC akan terus melakukan injeksi likuiditas jangka panjang untuk memastikan penerbitan obligasi pemerintah berjalan lancar dan mendorong ekspansi kredit perbankan,” kata Wang Qing, Kepala Analis Makro Golden Credit Rating Co. Menurutnya, kebijakan ini “memberikan keyakinan bahwa arah moneter tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.”

 

Meski demikian, PBOC menghindari langkah pelonggaran agresif seperti pemangkasan suku bunga, dan hanya memberikan dukungan secara terarah bagi perekonomian. Para pembuat kebijakan juga berhati-hati menggunakan instrumen pelonggaran yang lebih kuat, termasuk menurunkan rasio giro wajib minimum perbankan atau membeli obligasi pemerintah, mengingat risiko deflasi yang harus diwaspadai.

 

Selain itu, adanya penerapan pajak atas pendapatan bunga obligasi turut menekan minat investor pada surat utang pemerintah. Namun, bank sentral tetap menyalurkan dana jangka pendek untuk menopang pasar.

 

Injeksi likuiditas melalui MLF dan reverse repo—dua instrumen utama PBOC setelah reformasi awal tahun ini—dianggap mampu menjaga ketersediaan dana guna mendukung pertumbuhan. Hal ini penting mengingat reli pasar saham yang berkelanjutan berpotensi menarik dana simpanan rumah tangga dari bank dan meningkatkan tekanan likuiditas.

 

Pada Senin, tingkat repo overnight di Tiongkok turun tujuh basis poin menjadi 1,35%. Sementara itu, kontrak berjangka obligasi tenor 30 tahun melonjak hingga 0,7%, mencatat kenaikan terbesar sejak April.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.