Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 22 July 2025 Waktu baca 5 menit
Harga batu bara kembali mengalami penurunan di tengah derasnya kabar negatif. Indonesia sendiri terdampak oleh dua informasi buruk sekaligus dari pelemahan tersebut: jatuhnya harga global dan kebijakan baru dari Tiongkok.
Mengacu pada data Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan hari Senin, 21 Juli 2025, ditutup di angka US$ 109,5 per ton, mengalami penurunan sebesar 0,72%. Penurunan ini memperpanjang tren negatif selama dua hari berturut-turut dengan total penurunan mencapai 2,7%.
Harga penutupan tersebut menjadi yang terendah sejak 27 Juni 2025, atau hampir satu bulan terakhir.
Sementara itu, harga batu bara kokas di Tiongkok justru sempat mengalami kenaikan pada pekan lalu akibat terbatasnya pasokan dan tingginya permintaan dari sektor hilir.
Para produsen kokas serta pelaku pasar spekulatif melakukan restock secara aktif, mendorong penguatan sentimen pasar. Walaupun tekanan pasokan masih ada, permintaan dari sektor baja tetap menopang tren kenaikan harga.
Konsumsi listrik Tiongkok pada Juni 2025 meningkat sebesar 5,4% secara tahunan (year-on-year) menjadi 867 miliar kilowatt-jam.
Secara akumulatif, dari Januari hingga Juni 2025, konsumsi listrik tercatat sebesar 4,84 triliun kilowatt-jam, naik 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun demikian, sentimen positif dari Tiongkok belum mampu mengangkat harga batu bara secara signifikan. Berbagai kabar negatif lainnya turut membebani pasar.
Ekspor batu bara Kolombia mengalami penurunan, sementara pedagang dari Rusia masih menjual dengan harga diskon ke negara-negara yang tidak menerapkan sanksi, sehingga menekan potensi kenaikan harga batu bara secara global.
Melemahnya dolar AS dan naiknya harga gas memang mendukung pasar dalam jangka pendek.
Di sisi lain, India kini memiliki cadangan batu bara dalam jumlah besar dan produksinya juga meningkat, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.
Permintaan dari negara seperti Turki, Tiongkok, dan India diperkirakan tetap rendah ke depannya karena faktor musim hujan (monsoon).
Diskon harga pengiriman FOB dan ARA yang meningkat sempat menarik minat terhadap pasar petcoke, namun ketidakpastian tarif serta murahnya harga batu bara dari Rusia masih menjadi hambatan utama terhadap permintaan.
Tiongkok kini tengah merombak strategi pasokan batu baranya, dan hal ini membawa dampak besar terhadap pasar batu bara Indonesia.
Penurunan impor dari Indonesia menunjukkan adanya pergeseran ke jenis batu bara yang lebih efisien, yang didorong oleh peningkatan produksi domestik Tiongkok dan ketidakstabilan harga global. Dampaknya, batu bara Indonesia yang memiliki kualitas rendah semakin tersisih, sementara permintaan terhadap batu bara berkalori tinggi meningkat secara global.
Impor batu bara Tiongkok dari Indonesia—yang merupakan pemasok terbesar—turun sebesar 30% secara tahunan (year-on-year) pada bulan Juni, hanya mencapai 11,62 juta ton.
Secara kumulatif, volume impor dari Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2025 mencapai 90,98 juta ton, turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama bulan Juni, total impor batu bara Tiongkok dari seluruh negara berjumlah 33,04 juta ton, turun 26% secara tahunan, dan menjadi angka terendah sejak Februari 2023.
Penurunan ini disebabkan oleh peralihan ke batu bara berkalori tinggi yang lebih efisien secara energi per ton, serta lonjakan produksi dalam negeri yang mengurangi ketergantungan terhadap impor. Laporan Reuters juga menunjukkan bahwa Tiongkok dan India mulai melirik pasokan batu bara berkualitas tinggi dari negara seperti Mongolia, Afrika Selatan, Kolombia, dan Australia.
Perlu dicatat bahwa Tiongkok merupakan pasar batu bara terbesar kedua bagi Indonesia dengan kontribusi sekitar 20% terhadap total ekspor.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.