Berita Terkini
Kapal Perang AS Kena Rudal! Ini Alasan Trump Tarik Pasukan & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 24 May 2025 Waktu baca 5 menit
Para ekonom menilai bahwa Indonesia memiliki kesempatan baru untuk memproduksi makanan khas Korea, sekaligus menjadi pemasok atau pengekspor bahan baku makanan olahan ke Korea Selatan. Selain itu, produk-produk Korea yang telah mengantongi sertifikasi halal juga dinilai sebagai peluang tersendiri bagi Indonesia.
Andry Satrio Nugroho, Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, menyampaikan bahwa pemerintah perlu mendorong agar makanan olahan asal Indonesia tidak hanya diekspor sebagai produk mandiri, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rantai pasok (supply chain) berbagai produk Korea. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Korea Selatan cenderung lebih memilih makanan khas lokal mereka sendiri.
“Indonesia bisa memasok bahan baku yang kemudian digunakan untuk memproduksi makanan olahan Korea. Jadi, kita masuk ke dalam ekosistem produksi makanan Korea, bukan berdiri sendiri,” ujar Andry kepada Bisnis, dikutip pada Kamis (22/5/2025).
Namun demikian, ia mengakui bahwa beberapa produk makanan Indonesia sudah berhasil masuk pasar Korea Selatan, seperti kopi instan, mi instan, hingga hasil olahan laut. Menurutnya, agar produk makanan Indonesia semakin diterima, maka perlu disesuaikan dengan preferensi konsumen di Korea Selatan.
“Saya melihat makanan Korea bisa jadi peluang. Kita bisa produksi di Indonesia dan kemudian mengekspornya ke Korea. Jadi tidak harus selalu makanan yang sesuai dengan selera orang Indonesia, tetapi juga perlu menyesuaikan dengan selera pasar Korea Selatan,” lanjutnya.
Di sisi lain, Andry juga menekankan bahwa terdapat sejumlah tantangan untuk menembus pasar makanan olahan Korea Selatan, terutama terkait standar keamanan pangan. Ia menyebutkan bahwa produsen harus memenuhi regulasi seperti dari Korea Food & Drug Administration (KFDA) serta Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
Selain itu, ia menilai bahwa produk Korea yang sudah memiliki sertifikasi halal juga bisa menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia. “Menurut saya, ini peluang – makanan olahan halal, bahan baku halal – ini bisa kita dorong ke pasar Korea,” katanya.
Strategi Indonesia Menembus Pasar Korea Selatan
Berdasarkan informasi dari akun resmi Instagram Kementerian Perdagangan (Kemendag) per Kamis (22/5/2025), ekspor makanan olahan Indonesia mengalami pertumbuhan 6,8% dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2023, nilai ekspornya mencapai US$5,22 miliar.
Kemendag menyampaikan bahwa pelaku industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia dapat menembus pasar Korea Selatan dengan menerapkan enam strategi utama. Pertama, meningkatkan mutu dan higienitas produk, mulai dari pemilihan bahan, proses produksi, hingga tahap pengemasan.
“Desain kemasan yang menarik dan kreatif juga sangat penting. Bahkan, Kemendag menyarankan penggunaan bahan kemasan yang ramah lingkungan karena lebih disukai konsumen Korea Selatan,” tulis Kemendag.
Strategi berikutnya adalah menawarkan produk yang alami dan organik. Ini karena konsumen Korea memiliki gaya hidup sehat dan lebih memilih makanan dengan kandungan rendah garam, gula, dan bahan kimia.
Selain itu, eksportir juga dianjurkan untuk aktif mengikuti pameran produk, membangun situs web berbahasa Inggris dan Korea, serta menjalin kemitraan dengan perwakilan dagang Indonesia di Korea Selatan.
Meski begitu, Kemendag juga mengingatkan bahwa ada sejumlah regulasi dari pemerintah Korea Selatan yang harus dipatuhi sebelum produk dapat diekspor. Di antaranya adalah:
Food Sanitation Act, yang mewajibkan produk memenuhi standar kebersihan yang ketat.
Plant Quarantine Act, yang mencegah masuknya hama dan penyakit tumbuhan.
Positive List System, yang melarang makanan yang mengandung residu agrokimia.
Kebijakan pengurangan batu bara, yakni eksportir harus mengurangi penggunaan energi berbasis batu bara.
Special Act on Imported Food Safety Management, yang mensyaratkan adanya sertifikat kesehatan untuk produk berbasis ternak.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.