Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 July 2025 Waktu baca 5 menit
Negara-negara anggota BRICS secara resmi menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 yang berlangsung pada tanggal 6–7 Juli 2025 di Rio de Janeiro, Brasil. Tahun ini menjadi penanda sejarah karena Indonesia hadir untuk pertama kalinya sebagai anggota penuh BRICS, sebuah langkah strategis yang menandai pergeseran peran Indonesia dalam tatanan ekonomi dan geopolitik global. Diharapkan, kehadiran Indonesia akan memperkuat posisi BRICS sebagai aliansi ekonomi negara-negara berkembang yang berpengaruh besar dalam sistem global.
Pada hari Minggu (6/7/2025), para pemimpin negara BRICS secara resmi menyambut kehadiran Indonesia sebagai anggota penuh. Selain itu, mereka juga mengumumkan bergabungnya sepuluh negara sebagai mitra BRICS.
“Kami menyambut Republik Indonesia sebagai anggota BRICS, dan juga menyambut Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Nigeria, Malaysia, Thailand, Vietnam, Uganda, dan Uzbekistan sebagai negara mitra BRICS,” ujar para pemimpin BRICS seperti dikutip dari ddnews.
BRICS pertama kali dibentuk pada tahun 2009 oleh empat negara pendiri yaitu Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok. Afrika Selatan kemudian bergabung sebagai anggota kelima pada 2010. Tahun lalu, BRICS memperluas keanggotaannya dengan menerima enam negara baru, yaitu Mesir, Indonesia, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Jika dilihat dari sisi ekonomi, total Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan negara-negara anggota BRICS berdasarkan data tahun 2024 mencapai US$30,2 triliun atau sekitar Rp489.546 triliun (dengan kurs Rp16.230 per US$1).
Nilai tersebut setara dengan sekitar 27% dari total PDB dunia yang mencapai US$111,3 triliun atau Rp1.806.699 triliun. Fakta ini mempertegas posisi BRICS sebagai blok ekonomi negara berkembang yang memiliki peran besar dalam perekonomian global.
Dalam pertemuan tingkat tinggi BRICS 2025 di Brasil, para pemimpin menyoroti berbagai isu geopolitik dan ekonomi yang tengah berkembang.
Dalam pernyataannya, BRICS mengecam keras serangan militer terhadap Gaza dan Iran, serta menyerukan reformasi terhadap lembaga-lembaga global. Mereka juga menegaskan kembali bahwa BRICS hadir sebagai kekuatan multilateral yang mampu mengisi kekosongan dalam diplomasi internasional.
Forum ini juga membahas soal kebijakan tarif timbal balik yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. BRICS memandang kebijakan ini sebagai ancaman nyata terhadap sistem perdagangan dunia. Kritik tersebut secara tidak langsung diarahkan kepada pendekatan proteksionis Trump, yang mengusung agenda “America First” sejak awal masa jabatannya.
| Negara | GDP 2024 (US$ Triliun) |
|---|---|
| Turki | 1,32 |
| Thailand | 0,52 |
| Vietnam | 0,47 |
| Malaysia | 0,42 |
| Kazakhstan | 0,28 |
| Aljazair | 0,26 |
| Nigeria | 0,18 |
| Uzbekistan | 0,11 |
| Kuba* | 0,10 |
| Belarus | 0,07 |
| Uganda | 0,05 |
| Bolivia | 0,04 |
Total GDP gabungan dari negara-negara mitra BRICS mencapai sekitar US$3,8 triliun, atau sekitar Rp61.674 triliun (asumsi kurs Rp16.230 per US$1).
Jika digabungkan dengan kekuatan ekonomi anggota BRICS, total PDB kolektif BRICS dan mitranya mencapai US$34 triliun atau sekitar Rp552.420 triliun. Angka ini mengukuhkan BRICS dan negara mitranya sebagai kekuatan ekonomi global yang sangat signifikan.
Bagi Indonesia, partisipasi resmi dalam KTT BRICS untuk pertama kalinya menjadi peluang strategis untuk memperkuat pendekatan diplomasi ekonomi yang bebas dan aktif, serta memperluas pengaruhnya dalam proses pengambilan kebijakan internasional. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama dalam pengembangan BRICS ke depan yang lebih inklusif dan kompetitif.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.