Ekonomi RI Tumbuh 5,12%! Ekonom Asing Beberkan Penopang Utamanya

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 August 2025 Waktu baca 5 menit

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, menyatakan bahwa dirinya tidak terkejut dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang mencapai 5,12%. Menurutnya, pertumbuhan tersebut sebagian besar didorong oleh kontribusi sektor informal.

 

Pranjul menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut didukung oleh investasi dan konsumsi. Setelah diteliti lebih dalam, ternyata investasi yang menopang pertumbuhan terutama berasal dari belanja modal pemerintah.

 

Ia kemudian membandingkan data tahun ini dengan periode sebelumnya dan menemukan bahwa pemerintah mengalokasikan belanja modal lebih besar pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Saya melihat banyak indikator konsumsi yang menunjukkan perbaikan dibanding sebelumnya. Contohnya, peningkatan pengeluaran untuk makanan, bahan bakar, pakaian, dan busana,” ujar Pranjul dalam Media Briefing daring, Jumat (8/8/2025).

 

Menurutnya, pencapaian ini dipengaruhi oleh rendahnya inflasi, kenaikan upah, serta kebijakan pemerintah yang langsung menyasar masyarakat. Tren kenaikan konsumsi inilah yang turut membuat sektor informal menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.

 

Pranjul menegaskan bahwa sektor informal memiliki peran besar dalam perekonomian, dengan kontribusi 60% terhadap penciptaan lapangan kerja dan 55% terhadap konsumsi nasional.

“Penjualan kendaraan, transaksi kartu kredit, dan impor barang tahan lama konsumen memang melemah dibanding sebelumnya. Namun, konsumsi masyarakat justru menguat. Saya kira inilah yang membuat angka PDB tetap kokoh pada kuartal Juni. Jadi, ketika kami menerima data pertumbuhan PDB kuartal Juni beberapa hari lalu, kami sebenarnya tidak terkejut,” jelasnya.

 

Meski demikian, ia menilai bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini belum memadai. Ia mendorong pemerintah untuk meningkatkan investasi korporasi agar pertumbuhan dapat berlanjut.

“Kita memerlukan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Untuk itu, investasi korporasi harus ditingkatkan. Saat ini, banyak perusahaan memilih menabung daripada berinvestasi,” pungkasnya.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.