Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 11 July 2025 Waktu baca 5 menit
Delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melanjutkan proses negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi tarif perdagangan sebesar 32% yang sebelumnya dikenakan terhadap Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui pertemuan resmi dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, serta Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, pada hari Rabu, 9 Juli 2025.
Airlangga menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diterima oleh pemerintah AS untuk membahas kelanjutan dari perjanjian tarif, menyusul pengumuman resmi dari Presiden AS Donald Trump pada 7 Juli 2025.
“Ini menunjukkan bahwa terdapat komitmen yang kuat dari kedua negara untuk menjaga hubungan dagang yang stabil,” ujar Airlangga dalam pernyataan tertulis pada Kamis, 10 Juli 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi atas jalannya proses negosiasi yang dinilai positif dan konstruktif bersama pihak Amerika Serikat. Topik pembahasan mencakup tarif perdagangan, hambatan non-tarif, perkembangan ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta kolaborasi dalam bidang perdagangan dan investasi.
Indonesia dan AS pun sepakat untuk meningkatkan intensitas perundingan tarif dalam kurun waktu tiga minggu ke depan demi mencapai kesepakatan yang paling menguntungkan bagi kedua pihak.
“Kita telah mencapai pemahaman bersama dengan AS terkait progres negosiasi yang sedang berlangsung. Ke depan, kami akan terus mendorong penyelesaian negosiasi ini dengan berpegang pada prinsip saling menguntungkan,” jelas Airlangga.
Airlangga juga menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan AS selama ini berjalan sangat baik, dan perlu terus ditingkatkan. Kedua negara melihat adanya potensi besar untuk memperluas kerja sama strategis, khususnya dalam sektor mineral kritis.
“Kami ingin memperkuat hubungan dagang Indonesia-AS. Pekan lalu, sejumlah perusahaan Indonesia di sektor pertanian dan energi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan AS untuk pembelian produk unggulan Amerika dan memperluas kerja sama investasi,” tutur Airlangga.
“Pemerintah AS juga menunjukkan minat yang tinggi untuk memperdalam kemitraan di bidang mineral kritis. Indonesia memiliki cadangan besar nikel, tembaga, dan kobalt, dan kita perlu mengoptimalkan peluang kerja sama dalam pengolahan mineral penting ini,” tambahnya.
Airlangga menegaskan bahwa Indonesia akan melanjutkan proses negosiasi dengan semangat itikad baik, serta memastikan bahwa kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata dan seimbang bagi kedua negara.
Airlangga turut didampingi dalam pertemuan ini oleh beberapa pejabat tinggi, termasuk Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono, Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral, Irwan Sinaga.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.