BBCA Jadi Incaran Net Sell Asing, Saham Turun ke Level Terendah 4 Bulan

Saham News - Diposting pada 28 August 2025 Waktu baca 5 menit

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target aksi jual investor asing pada perdagangan Selasa (26/8/2025). Saham bank yang berada di bawah naungan Grup Djarum ini ditutup merosot 2,65% ke level Rp 8.250, posisi terendah dalam empat bulan terakhir.

 

BBCA mencatatkan nilai penjualan bersih asing terbesar, yakni Rp 1,41 triliun, dengan rata-rata harga jual Rp 8.295. Secara total, investor asing melepas saham BBCA senilai Rp 2,56 triliun.

 

Menariknya, aksi jual tersebut terjadi di tengah derasnya arus dana asing masuk ke pasar modal domestik. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lesu, pembelian bersih asing secara keseluruhan mencapai Rp 2,38 triliun.

 

Posisi kedua penjualan bersih asing terbesar ditempati Alamtri Resources (ADRO) dengan nilai Rp 578,7 miliar dan rata-rata harga jual Rp 1.736.

 

Daftar 10 saham dengan penjualan bersih asing terbesar pada perdagangan kemarin adalah sebagai berikut:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 1,41 triliun

  2. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Rp 578,7 miliar

  3. PT Panin Financial Tbk (PNLF): Rp 94,6 miliar

  4. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMBA): Rp 77,3 miliar

  5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 75,3 miliar

  6. PT Victoria Investama Tbk (VICO): Rp 47,9 miliar

  7. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK): Rp 41,3 miliar

  8. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI): Rp 36,1 miliar

  9. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): Rp 33,5 miliar

  10. PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp 29,9 miliar

IHSG sendiri ditutup melemah setelah sempat bertahan di zona hijau pada sesi pertama. Pada penutupan perdagangan Selasa (26/8/2025), indeks terkoreksi 21,15 poin atau 0,27% ke posisi 7.905,76.

 

Tercatat 266 saham menguat, 393 melemah, dan 145 stagnan. Nilai transaksi pasar cukup tinggi, mencapai Rp 45,8 triliun dengan volume 57,75 miliar saham berpindah tangan dalam 2,36 juta kali transaksi.

 

Mayoritas sektor berada di zona merah, meskipun sektor energi dan kesehatan masih mencatatkan penguatan terbesar. Sementara itu, pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti dan bahan baku.

 

Penurunan saham BBCA sebesar 2,65% menjadi faktor utama yang menekan IHSG, memberikan beban hingga 16,06 poin pada indeks.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.