Bisnis | Ekonomi
Donald Trump Tak Gentar! Iran Perketat Penutupan Selat Hormuz-Dunia Waspada Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 06 April 2026 Waktu baca 5 menit
Analis ekuitas dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menghadapi dua faktor utama pada periode 6–10 April 2026, yaitu pergerakan nilai tukar Rupiah dan harga minyak.
Dalam risetnya pada Senin (6/4/2026), David menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang berada dalam tekanan berat akibat kombinasi kenaikan tajam harga minyak global dan pelemahan signifikan nilai tukar Rupiah.
Ia menjelaskan bahwa ketika harga minyak mentah tetap berada di atas US$100 per barel, beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan meningkat drastis, sehingga berpotensi melampaui batas aman defisit fiskal.
Tekanan tersebut semakin besar karena nilai Rupiah sempat melemah hingga menembus Rp17.000 per Dolar AS, yang secara langsung meningkatkan biaya impor bahan baku serta memicu kenaikan inflasi domestik.
David memproyeksikan IHSG akan bergerak melemah pada pekan ini, dengan level support di 6.700 dan resistance di 7.250. Pelemahan ini dipengaruhi oleh sentimen negatif dari penyesuaian komposisi kepemilikan saham yang tinggi.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut sejalan dengan proyeksi metodologi MSCI yang sebelumnya telah diantisipasi oleh pasar.
Untuk itu, IPOT merekomendasikan tiga saham yang dinilai menarik untuk dikoleksi selama pekan ini, yaitu:
1. STAA
Prospek PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) dinilai semakin positif seiring dengan berkembangnya wacana program B50 yang diperkirakan menjadi katalis bagi kinerja perusahaan. Secara teknikal, pergerakan saham STAA menunjukkan ketahanan jangka pendek yang kuat dengan konsisten berada di atas area MA5. Optimisme pasar juga didukung oleh indikator MACD yang mulai membentuk pola bullish crossover, sehingga memberikan sinyal akumulasi yang menarik bagi investor yang mengincar peluang pertumbuhan di sektor perkebunan.
2. UNVR
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menunjukkan indikasi pemulihan yang cukup menarik setelah mampu bertahan di area support kuatnya. Dari sisi teknikal, kemampuan harga untuk tetap berada di zona penting tersebut menandakan tekanan jual mulai berkurang. Optimisme ini diperkuat dengan adanya akumulasi pembelian yang terlihat dari peningkatan volume transaksi secara bertahap. Kembalinya permintaan di level harga rendah menjadi sinyal awal bahwa perusahaan consumer goods ini berpotensi membentuk fondasi yang kuat untuk memulai fase rebound.
3. JPFA
PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) diperkirakan mendapat dorongan positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi meningkatkan konsumsi protein hewani di dalam negeri. Secara teknikal, saham perusahaan poultry ini menunjukkan kekuatan jangka pendek yang solid dengan tetap berada di atas area MA5. Momentum ini semakin menarik karena harga sedang bersiap menembus MA50, yang apabila berhasil, dapat membuka peluang penguatan lanjutan menuju tren bullish yang lebih stabil.
Sumber: investor.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.