Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Saham News - Diposting pada 07 August 2025 Waktu baca 5 menit
Sejumlah perusahaan milik dua konglomerat besar Indonesia, Anthoni Salim dan Prajogo Pangestu, telah merilis laporan keuangan semester pertama tahun 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa kinerja emiten dari Grup Salim secara umum solid, sementara sebagian besar emiten Grup Prajogo masih menunjukkan kelemahan.
Dari kubu Grup Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan induknya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), mencatatkan lonjakan laba bersih tertinggi. Berdasarkan laporan keuangan, ICBP meraih laba bersih Rp5,53 triliun, meningkat 56,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,53 triliun. Padahal, kenaikan pendapatannya hanya sekitar 2%, dari Rp36,96 triliun menjadi Rp37,60 triliun. Peningkatan laba ini ditopang oleh berkurangnya kerugian selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan. Namun, laba inti yang mencerminkan operasi inti ICBP justru turun 5% menjadi Rp5,37 triliun. CEO Indofood, Anthoni Salim, menegaskan bahwa pencapaian ini berkat fokus strategi prioritas, terutama dalam situasi daya beli masyarakat yang masih tertekan.
INDF juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih signifikan, yaitu Rp5,83 triliun atau naik 51,48% YoY. Pendapatan bersih juga tumbuh 4,44% menjadi Rp59,84 triliun. Penopang utamanya adalah segmen produk konsumen bermerek yang berkontribusi sebesar Rp37,54 triliun.
Di sektor perkebunan, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) mencatat kenaikan laba bersih 19,41% menjadi Rp714,46 miliar, meski menghadapi tantangan harga komoditas dan cuaca. CEO LSIP, Tan Agustinus Dermawan, menyatakan bahwa strategi efisiensi dan kontrol biaya tetap menjadi prioritas.
PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) juga mencatat lonjakan laba bersih 42,78% menjadi Rp755,14 miliar. Laba inti naik 91% YoY, ditopang kontrak pelanggan senilai Rp9,39 triliun. CEO SIMP, Paulus Moleonoto, menyebut efisiensi dan kontrol biaya tetap jadi fokus utama.
Dari sektor otomotif, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) membukukan kenaikan laba bersih 9,36% menjadi Rp43,15 miliar. Pendapatan naik 2,54% menjadi Rp14,76 triliun, dengan kontribusi terbesar dari segmen otomotif dan jasa keuangan.
Sementara itu, kinerja Grup Prajogo Pangestu lebih beragam. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatat lonjakan laba bersih 1.464,89% YoY menjadi US$539,82 juta, ditopang pendapatan petrokimia yang meningkat pesat. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga mencatat kenaikan laba 12,96% menjadi US$65,46 juta, didukung oleh pemulihan produksi panas bumi.
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) membalikkan kerugian menjadi laba sebesar US$1,27 miliar. Pendapatan melonjak 237,70% menjadi US$2,92 miliar, terutama dari segmen kimia.
Namun, PT Petrosea Tbk. (PTRO) justru mengalami penurunan laba bersih 18,60% meskipun pendapatannya naik. Hal ini disebabkan beban operasional dan bunga yang melonjak. Hal serupa terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), yang mencatat penurunan laba drastis 93,42% YoY meskipun pendapatan naik hampir 50%. Beban pokok yang naik 70% menjadi penyebab utama merosotnya laba kotor dan bersih CUAN.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.