China Kembangkan Baterai Nuklir Mini, Bisa Bertahan 50 Tahun Tanpa Dicas

Teknologi Terkini - Diposting pada 09 March 2026 Waktu baca 5 menit

Perusahaan asal China membuat baterai mini bertenaga nuklir yang diklaim bisa memuat daya listrik untuk 50 tahun tanpa perlu diisi ulang atau maintenance. (Foto: www.betavolt.tech)

Sebuah perusahaan dari China mengembangkan baterai mini yang menggunakan tenaga nuklir dan diklaim mampu menyimpan energi listrik hingga 50 tahun tanpa perlu pengisian ulang maupun perawatan. Perusahaan rintisan asal China bernama Betavolt menjadi pihak yang menciptakan baterai tersebut yang diberi nama BV100.

 

Perusahaan yang berkantor pusat di Beijing itu menyatakan bahwa BV100 merupakan baterai nuklir pertama yang berhasil mengecilkan teknologi energi atom ke dalam ukuran yang sangat kecil. Baterai ini menggunakan isotop nickel-63 yang ditempatkan dalam modul berukuran sekitar 15 x 15 x 5 milimeter, bahkan lebih kecil dibandingkan sebuah koin.

 

Betavolt menyebutkan bahwa baterai tersebut saat ini sudah memasuki tahap pengujian dan direncanakan akan diproduksi secara massal untuk keperluan komersial, seperti pada ponsel dan drone.

 

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa baterai energi atom yang mereka kembangkan mampu memenuhi kebutuhan pasokan daya jangka panjang dalam berbagai bidang, termasuk industri kedirgantaraan, perangkat kecerdasan buatan (AI), peralatan medis, mikroprosesor, sensor canggih, drone berukuran kecil, serta robot mikro, sebagaimana dikutip dari The Independent.

 

Perusahaan itu juga menambahkan bahwa inovasi energi baru ini diharapkan dapat membantu China memimpin dalam fase baru revolusi teknologi kecerdasan buatan.

 

Betavolt menjelaskan bahwa baterai nuklir tersebut mampu menghasilkan daya sebesar 100 mikrowatt dengan tegangan 3 volt, meskipun hanya memiliki ukuran sekitar 15x15x5 milimeter kubik.

 

Karena ukurannya yang sangat kecil, baterai tersebut dapat dipasang dalam jumlah banyak untuk menghasilkan energi yang lebih besar.

 

Dari segi keamanan, Betavolt mengklaim bahwa baterai ini tidak mudah terbakar maupun meledak. Selain itu, baterai tersebut juga dapat beroperasi pada rentang suhu ekstrem, yaitu dari -60 hingga 120 derajat Celsius.

 

Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa baterai energi atom yang mereka kembangkan benar-benar aman karena tidak menghasilkan radiasi eksternal, sehingga dapat digunakan pada perangkat medis seperti alat pacu jantung, jantung buatan, dan koklea yang dipasang di dalam tubuh manusia.

 

Selain itu, baterai energi atom ini disebut ramah terhadap lingkungan. Setelah proses peluruhan selesai, isotop 63 yang digunakan akan berubah menjadi isotop tembaga yang stabil, tidak bersifat radioaktif, dan tidak menimbulkan bahaya maupun pencemaran lingkungan.

 

Baterai yang memanfaatkan tenaga nuklir sebenarnya bukan teknologi yang sepenuhnya baru. Jauh sebelum Betavolt mengembangkannya, para ilmuwan di Uni Soviet dan Amerika Serikat sudah lebih dahulu menciptakan baterai nuklir untuk digunakan pada pesawat ruang angkasa, sistem bawah laut, serta stasiun penelitian yang berada di wilayah terpencil. Namun, baterai termonuklir pada masa itu memiliki biaya yang sangat mahal dan ukuran yang sangat besar.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.