Binance Alpha Dikritik Hebat Komunitas Kripto - Ini Penyebabnya!

Crypto News - Diposting pada 17 May 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Program Binance Alpha, yang awalnya diperkenalkan sebagai inisiatif untuk mendukung proyek kripto tahap awal, kini justru mendapat banyak kritik tajam dari berbagai kelompok dalam komunitas kripto. Sejumlah pengguna di platform X menilai bahwa program ini sudah menyimpang dari prinsip desentralisasi yang menjadi fondasi ekosistem Web3, dan malah membentuk sistem yang dianggap eksploitatif.

 

Diluncurkan pada Desember 2024, Binance Alpha merupakan fitur dalam Binance Wallet yang dibuat untuk membantu pengguna menemukan serta berinteraksi dengan proyek-proyek kripto yang masih dalam tahap awal sebelum mereka dikenal luas. Program ini berfungsi sebagai pre-listing token selection pool yang menampilkan proyek-proyek yang dipandang memiliki potensi besar di bidang Web3, DeFi, dan teknologi kripto lainnya.

 

Meskipun tidak menjamin bahwa proyek-proyek yang dipromosikan akan terdaftar di Binance Exchange, program ini memberikan akses awal bagi pengguna untuk terlibat dalam proyek potensial dan kesempatan memperoleh hadiah melalui berbagai mekanisme, seperti Token Generation Event (TGE) atau Alpha Airdrop.

 

Sistem Poin
Untuk dapat mengikuti berbagai program eksklusif di ekosistem Binance Alpha, pengguna harus mengumpulkan yang disebut Alpha Points, yaitu sistem poin yang digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas dan partisipasi pengguna di Binance Wallet dan token-token yang termasuk dalam program Alpha.

 

Alpha Points dihitung dari dua komponen utama, yaitu Balance Points, yang mengacu pada nilai total aset yang disimpan pengguna di Binance Wallet maupun Binance Exchange, terutama pada token yang masuk dalam program Alpha, dan Volume Points, yang berkaitan dengan volume pembelian token Alpha yang dilakukan melalui Binance Exchange dan Binance Wallet.

 

Namun pada 13 Mei 2025, Binance memperbarui mekanisme konsumsi poin tersebut. Dalam pembaruan ini, Alpha Points yang dikumpulkan akan kedaluwarsa dalam 15 hari dan langsung terpakai saat digunakan untuk klaim hadiah atau mengikuti event seperti Token Generation Event (TGE).

 

Artinya, pengguna tidak bisa lagi menumpuk poin dalam waktu lama dan harus tetap aktif secara rutin agar memenuhi syarat partisipasi. Mekanisme baru ini memicu kekhawatiran karena dianggap membebani pengguna secara berlebihan dan mendorong pola partisipasi yang tidak berkelanjutan.

 

Kekecewaan Komunitas Kripto
Semakin lama, program Binance Alpha menerima sorotan negatif karena dianggap lebih mengutamakan keuntungan jangka pendek bagi Binance Alpha ketimbang penghargaan bagi kontribusi komunitas awal proyek.

 

Dalam sebuah postingan di X pada Kamis (15/5/2025), pengguna @satyaXBT mengunggah surat terbuka kepada Binance dan CEO Richard Teng yang menyuarakan keresahan komunitas. Ia menyebut Binance Alpha mirip dengan sistem “burn-to-earn” dan “pay-to-play” yang hanya menguntungkan investor besar dan peserta baru, sementara pendukung awal proyek hanya mendapatkan “remah-remah”.

 

“Belakangan, kampanye Binance Alpha terasa seperti permainan Monopoli. Proyek-proyek membagi alokasi token, sementara pengguna dipaksa bekerja keras mengumpulkan Alpha Points dan menghadapi biaya transaksi yang tinggi. Yang paling disayangkan, para pengguna awal yang telah mendukung sejak awal sering hanya mendapat ‘debu’ atau bahkan tidak mendapatkan apa-apa,” tulis @satyaXBT.

 

Sementara itu, pengguna @AlwaysBeenChoze mengkritik dampak jangka panjang model ini terhadap komunitas, menyebut sistem Alpha sebagai bentuk kapitalisme leaderboard di mana aktivitas farming lebih dihargai daripada partisipasi yang tulus.

“Kripto seharusnya memberikan penghargaan atas keyakinan jangka panjang, bukan hanya optimasi snapshot. Kalau poin yang dihargai, bukan partisipasi, orang akan berhenti membangun dan cuma jadi petani poin,” tulisnya di X.

 

Menurutnya, sistem ini hanya meningkatkan volume aktivitas wallet secara instan tetapi merusak fondasi komunitas proyek karena mengurangi dukungan dari pendukung awal.

 

Dianggap Skema Pemerasan Terselubung
Dalam kritik lain, pengguna @EarnByAbhi menyebut Binance Alpha sebagai skema pemerasan terselubung. Menurutnya, meski pengguna didorong untuk aktif trading dan menyimpan dana, hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya dan usaha yang dikeluarkan.

 

“Bahkan jika Anda menukarkan US$512 selama seminggu penuh, Anda hanya mendapatkan 63 poin. Sementara persyaratan terbaru adalah 65 dan 80 poin, dan saya yakin mereka akan terus menaikkannya,” ujarnya.

 

Ia menyimpulkan jika semua masalah ini tidak ada, sistem tersebut mungkin masih layak dipertimbangkan. Namun, dengan berbagai tanda bahaya yang ada, Binance Alpha menurutnya hanyalah sebuah “skema ekstraksi terselubung.”

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.