Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Donald Trump Bereaksi Keras

Berita Terkini - Diposting pada 09 March 2026 Waktu baca 5 menit

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Nathan Howard)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan merasa tidak puas terhadap sosok yang baru terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran. Hal tersebut disampaikan oleh pembawa acara Fox News, Brian Kilmeade.

 

Dikutip dari Al Jazeera pada Senin (9/3/2026), Kilmeade menyatakan bahwa presiden AS tersebut mengatakan kepadanya, “Saya tidak senang,” terkait keputusan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru.

 

Trump sendiri belum memberikan pernyataan resmi secara terbuka mengenai terpilihnya Mojtaba.

 

Dalam komentar sebelumnya, Trump menyebut putra Khamenei tersebut sebagai sosok yang “tidak berpengaruh”.

 

Saat berbicara kepada ABC News pada Minggu (8/3), sebelum Iran secara resmi mengumumkan pemilihan Mojtaba, Trump mengatakan bahwa pemimpin tertinggi baru Iran “harus memperoleh persetujuan dari kami”.

 

“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujarnya, seperti dilaporkan oleh Al Arabiya.

 

Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dipilih oleh Majelis Pakar Iran sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut, menggantikan ayahnya yang wafat akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

 

Majelis Pakar Iran yang terdiri dari 88 ulama senior menetapkan Mojtaba, seorang ulama berusia 56 tahun, sebagai penerus ayahnya yang telah meninggal. Keputusan ini menunjukkan bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali kuat atas Iran setelah wafatnya Khamenei sekitar sepekan sebelumnya.

 

Salah satu anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Heidari Alekasir, menyampaikan dalam sebuah video pada Minggu (8/3) bahwa kandidat telah dipilih mengikuti pesan mendiang Khamenei yang menekankan bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya merupakan sosok yang “dibenci oleh musuh”.

 

“Bahkan Setan Besar telah menyebut namanya,” kata Alekasir dalam pernyataannya, yang disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Mojtaba merupakan pilihan yang “tidak dapat diterima” baginya.

 

Mojtaba dikenal sebagai figur senior yang memiliki kedekatan dengan aparat keamanan Iran serta jaringan kerajaan bisnis besar yang mereka kelola. Ia menentang kelompok reformis yang berupaya membangun hubungan dengan negara-negara Barat sebagai bagian dari upaya membatasi program nuklir Iran.

 

Kedekatannya dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) memberikan pengaruh tambahan bagi Mojtaba di berbagai lembaga politik dan keamanan di Iran. Menurut sumber yang mengetahui latar belakangnya, Mojtaba juga telah lama membangun pengaruh secara tidak langsung sebagai “penjaga gerbang” bagi ayahnya.

 

Pemimpin tertinggi Iran memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan final dalam berbagai urusan negara, termasuk kebijakan luar negeri dan program nuklir Iran. Negara-negara Barat berupaya mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan sipil.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.