Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 March 2026 Waktu baca 5 menit
Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran kini tidak lagi hanya menargetkan instalasi militer, tetapi juga telah meluas hingga menyerang infrastruktur energi dan sumber air. Depot minyak serta fasilitas desalinasi air termasuk di antara target yang terdampak dalam eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dirangkum dari laporan Aljazeera dan AFP oleh detikcom pada Minggu (9/3/2026), serangan Israel terhadap depot penyimpanan minyak dan fasilitas kilang di Iran memicu kebakaran besar di Teheran. Api yang membesar terlihat menjulang tinggi di ibu kota Iran tersebut.
Militer Israel menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyebut target yang diserang merupakan fasilitas minyak yang diklaim memiliki keterkaitan dengan militer Iran.
Informasi mengenai serangan itu juga disampaikan oleh media pemerintah Iran. Serangan tersebut dilaporkan menjadi yang pertama yang menargetkan infrastruktur minyak milik Republik Islam Iran.
“Kami melaporkan bahwa sebuah depot minyak di selatan Teheran telah menjadi target serangan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis,” tulis kantor berita resmi IRNA.
Depot minyak tersebut berada di wilayah yang berdekatan dengan salah satu kilang minyak utama. Namun kantor berita ILNA melaporkan bahwa fasilitas kilang itu “tidak mengalami kerusakan akibat serangan militer”.
Serangan juga mengenai depot minyak lain yang berada di wilayah barat laut Teheran. Seorang jurnalis AFP menyaksikan kobaran api dan asap yang mengepul dari lokasi tersebut.
Lima Titik Fasilitas Minyak
Laporan menyebutkan bahwa terdapat lima fasilitas minyak Iran yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut menewaskan sejumlah orang.
“Semalam, empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh,” ujar CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, kepada televisi pemerintah Iran, seperti dilaporkan AFP pada Minggu (8/3).
Beberapa kerusakan dilaporkan terjadi di lokasi tersebut, namun kebakaran berhasil dipadamkan.
“Empat personel kami, termasuk dua sopir truk tangki minyak, tewas dalam insiden tersebut,” kata Veyskarami.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas infrastruktur energi tersebut mengalami kerusakan, tetapi api yang muncul berhasil dikendalikan.
Setelah serangan terjadi, asap dari kebakaran terlihat menyelimuti ibu kota Iran sepanjang malam dan menimbulkan kabut gelap yang menyebar di seluruh kota saat pagi hari tiba. Warga melaporkan bahwa bau hangus masih terasa di udara.
Veyskarami juga menyatakan bahwa depot minyak Iran masih memiliki “cadangan bensin yang mencukupi”.
Serangan ke Fasilitas Desalinasi Air
Sebelumnya, militer Amerika Serikat juga menyerang sebuah pabrik desalinasi di Pulau Qeshm, Iran. Pabrik tersebut digunakan untuk mengolah air laut menjadi air layak minum.
Dikutip dari Aljazeera pada Sabtu (7/3), Abbas Araghchi menyebut tindakan Amerika Serikat tersebut sebagai “kejahatan yang terang-terangan dan tindakan putus asa”. Akibat serangan itu, distribusi air bagi sejumlah desa di Iran mengalami gangguan.
“Pasokan air untuk 30 desa telah terganggu,” ujar Araghchi.
“Menyerang infrastruktur Iran merupakan langkah berbahaya yang dapat menimbulkan konsekuensi serius. Amerika Serikatlah yang menciptakan preseden ini, bukan Iran,” tambahnya.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan bahwa sirene peringatan serangan udara sempat dibunyikan dan warga diminta tetap tenang serta mencari tempat perlindungan.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Bahrain juga melaporkan bahwa serangan drone Iran menyebabkan kerusakan pada pabrik desalinasi air. Selain itu, beberapa warga mengalami luka akibat puing-puing rudal Iran yang jatuh di wilayah Bahrain.
“Agresi Iran secara acak membombardir target sipil dan menyebabkan kerusakan material pada pabrik desalinasi air setelah serangan oleh drone,” kata Kementerian Dalam Negeri Bahrain dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.
Serangan tersebut dilakukan Iran setelah sebelumnya Teheran menuduh Amerika Serikat menyerang salah satu pabrik desalinasi miliknya dari pangkalan militer yang berada di Bahrain.
Di sisi lain, Bahrain juga melaporkan bahwa tiga orang mengalami luka akibat puing-puing rudal Iran yang jatuh. Pecahan rudal tersebut merusak sebuah gedung universitas di wilayah Muharraq, Bahrain.
“Akibat agresi Iran yang terang-terangan, tiga orang terluka dan kerusakan material terjadi pada sebuah gedung universitas di wilayah Muharraq setelah pecahan rudal jatuh,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, merujuk pada kawasan pulau yang terletak di barat laut Manama.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.