Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 02 March 2026 Waktu baca 5 menit
Harga minyak mengalami lonjakan di pasar Asia pada Senin (2/3/2026) akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pada awal perdagangan, minyak Brent tercatat naik hingga sedikit melampaui US$80 per barel, dibandingkan penutupan Jumat di level US$72,87.
Sebelumnya, harga Brent sebagai acuan global minyak mentah memang sudah menunjukkan tren kenaikan sejak pekan lalu, ketika Presiden AS melontarkan ancaman serangan terhadap Iran di tengah perundingan nuklir. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa distribusi sekitar 20% minyak dunia yang melewati Selat Hormuz—yang berada di bawah pengaruh Iran—berpotensi terganggu.
Kepala Riset Timur Tengah dan OPEC+ di Kpler, Amena Bakr, seperti dikutip AFP, menyatakan bahwa dalam kondisi semacam itu premi asuransi pengiriman akan melonjak sangat tinggi. Ia bahkan memperkirakan harga minyak dapat menyentuh US$90 per barel.
Pandangan serupa disampaikan analis Rystad Energy, Jorge Leon, dalam catatannya. Ia menjelaskan bahwa meskipun tersedia beberapa jalur infrastruktur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz, jika jalur tersebut benar-benar ditutup, dampak bersihnya tetap akan menyebabkan kehilangan pasokan minyak mentah sekitar 8 hingga 10 juta barel per hari.
Secara teoritis, negara-negara pengimpor memang memiliki cadangan minyak, dan anggota OECD diwajibkan menyimpan stok untuk kebutuhan selama 90 hari. Namun demikian, Leon menilai bahwa harga di atas US$100 per barel tetap tidak bisa dikesampingkan.
Amena Bakr menegaskan bahwa apabila blokade Selat Hormuz berlangsung lama, sebesar apa pun kapasitas cadangan strategis yang dimiliki tidak akan mampu menutup kekurangan pasokan tersebut karena celahnya terlalu besar.
Harga gas juga diperkirakan ikut melonjak pada Senin, mengingat Qatar sebagai salah satu eksportir utama gas alam cair turut menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Qatar sendiri merupakan lokasi pangkalan militer AS selain di Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Irak. Di negara tersebut berdiri pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah, yaitu Al Udeid.
Sebagai catatan, terakhir kali harga minyak mentah melampaui US$100 per barel terjadi pada awal konflik di Ukraina. Pada periode itu, harga gas juga melonjak dan berkontribusi besar terhadap fase inflasi yang berlangsung lama.
Ekonom IESEG School of Management Paris, Eric Dor, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar, energi, biaya pengiriman, serta penurunan pendapatan transportasi udara berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, jika kondisi tersebut hanya berlangsung selama tiga hari, dampaknya tidak terlalu serius. Namun, jika berlanjut lebih lama, risiko tambahan berupa resesi bisa muncul.
Saham dan Trump
Di pasar saham, sejumlah sektor seperti industri pertahanan diperkirakan akan memperoleh keuntungan pada hari Senin. Meski demikian, Eric Dor memperkirakan justru akan terjadi pelemahan harga saham secara umum, terutama pada sektor transportasi udara, pelayaran, dan pariwisata.
Sementara itu, analis Kpler lainnya, Michelle Brouhard, menyebut harga minyak yang tinggi sebagai titik lemah bagi Trump. Ia menilai Iran kemungkinan berupaya mempertahankan harga minyak tetap tinggi guna menekan Trump, mengingat ia sebelumnya menjanjikan harga energi rendah kepada para pemilih AS menjelang pemilu paruh waktu di akhir tahun ini.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.