Perang Meluas ke Selat Hormuz! 3 Kapal Diserang, 1 Tenggelam - Jalur Minyak Dunia Terancam

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 02 March 2026 Waktu baca 5 menit

Asap hitam pekat membubung dari pangkalan laut di Konarak, Iran selatan, Sabtu (28/2/2026). Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan, dibalas Teheran dengan serangkaian rudal yang membuat Timur Tengah semakin memanas.(VANTOR via AFP)

Tiga kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Minggu (1/3/2026), di tengah berlanjutnya aksi balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.

 

Otoritas keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), menyampaikan bahwa sebuah kapal di perairan lepas Oman terkena proyektil yang tidak diketahui jenisnya di bagian atas garis air.

 

UKMTO menyebutkan bahwa ruang mesin kapal tersebut sempat dilaporkan terbakar, namun api kini telah berhasil dikendalikan, sebagaimana dikutip AFP.

 

Insiden lain juga terjadi pada kapal berbeda yang dihantam proyektil tak dikenal hingga menimbulkan kebakaran.

 

Menurut UKMTO, api pada kapal tersebut telah berhasil dipadamkan dan kapal akan melanjutkan pelayarannya.

 

Perusahaan keamanan maritim swasta, Vanguard Tech, mengidentifikasi kapal kedua sebagai sebuah tanker yang berada sekitar 17 mil laut di barat laut Mina Saqr, Uni Emirat Arab.

 

Dalam laporan terbarunya, UKMTO juga menyatakan bahwa sebuah proyektil lain meledak sangat dekat dengan kapal ketiga di sekitar 35 mil laut sebelah barat Kota Sharjah, Uni Emirat Arab.

 

UKMTO memastikan bahwa seluruh awak dari kapal-kapal tersebut berada dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka.

 

Iran sebut satu kapal tenggelam

Pada hari yang sama, televisi pemerintah Iran memberitakan bahwa sebuah kapal tanker minyak tenggelam setelah ditembak saat melintasi Selat Hormuz.

 

Menurut laporan tersebut, kapal tanker yang disebut melanggar aturan dan ditembak ketika berusaha melewati Selat Hormuz secara ilegal kini telah tenggelam, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai identitas kapal maupun sumber tembakan.

 

Stasiun televisi itu juga menayangkan rekaman yang memperlihatkan asap hitam pekat membubung dari kapal tanker yang terbakar di perairan.

 

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan energi dunia.

 

Sekitar seperempat pasokan minyak global serta seperlima distribusi gas alam cair melewati kawasan perairan ini.

 

Sehari sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menutup jalur pelayaran tersebut dan memperingatkan bahwa wilayah itu tidak aman akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

Sumber: kompas.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.