Asing Tarik Dana Rp1,5 Triliun Usai MSCI! Saham BUMN Justru Jadi Buruan Investor

Saham News - Diposting pada 15 May 2026 Waktu baca 5 menit

Investor asing tercatat melakukan penarikan dana dari pasar modal Indonesia setelah pengumuman pencoretan 18 saham domestik dari indeks milik Morgan Stanley Capital International (MSCI). Aksi jual bersih asing tersebut turut memberikan tekanan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (13/5) lalu. Berdasarkan data perdagangan RTI Business, nilai net foreign sell sepanjang perdagangan kemarin mencapai Rp1,53 triliun. Tekanan jual paling besar terjadi pada saham-saham kategori blue chip.

 

Aksi net foreign sell terbesar terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai Rp273,55 miliar. Posisi kedua ditempati saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net foreign sell sebesar Rp139,8 miliar.

 

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net foreign sell sebesar Rp123,7 miliar. Di urutan keempat, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami net foreign sell senilai Rp91,8 miliar. Kemudian saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) berada di posisi kelima dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp62,7 miliar.

 

Sementara itu, IHSG ditutup melemah 1,98% ke level 6.723,32 pada perdagangan Rabu kemarin. Volume transaksi tercatat mencapai 38,94 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp19,79 triliun.

 

Penurunan IHSG secara umum dipicu oleh aksi jual besar-besaran investor asing yang merespons keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI. Beberapa saham yang dicoret tersebut merupakan saham unggulan atau blue chip yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan IHSG, khususnya saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

 

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut aksi jual investor asing dipicu oleh berkurangnya daya tarik saham-saham tersebut. Menurutnya, investor asing menjadikan MSCI sebagai acuan utama dalam berinvestasi di pasar saham Indonesia.

 

“Pengumuman ini menjadi sentimen negatif bagi IHSG karena saham-saham yang dihapus dari indeks MSCI berpotensi kehilangan daya tarik di mata investor asing yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan investasi,” ujarnya kepada detikcom, Rabu (13/5/2026).

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.