Bisnis | Ekonomi
RI Kurangi Ketergantungan Dolar AS! Terbitkan Panda Bond di China-Apa Dampaknya?
/index.php
Saham News - Diposting pada 06 May 2026 Waktu baca 5 menit
Perusahaan milik Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), memperoleh tambahan fasilitas kredit bernilai besar dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan total mencapai Rp17 triliun. Berdasarkan keterbukaan informasi, Corporate Secretary DCII, Indri Koesindrijastoeti, menjelaskan bahwa fasilitas kredit tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perusahaan, khususnya dalam rangka ekspansi usaha ke depan.
“Fasilitas Kredit Investasi dengan total plafon hingga Rp17 triliun ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan, terutama dalam pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data serta memenuhi permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terikat kontrak,” ujarnya dalam keterbukaan informasi pada Selasa (5/5/2026).
Sejumlah aset dijadikan jaminan atas fasilitas kredit ini, termasuk tanah dan bangunan milik perseroan, seluruh mesin serta peralatan pusat data DCII. Selain itu, perusahaan juga menjaminkan rekening giro di BCA sebagai agunan sementara hingga seluruh jaminan lain diikat secara penuh, serta tagihan atas klaim asuransi.
Indri menambahkan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah menyetujui pengalihan dan penggunaan lebih dari 50% kekayaan bersih perseroan sebagai jaminan utang atas nama DCII. Langkah ini dilakukan guna memperoleh pendanaan baru dari pihak ketiga, termasuk dari sektor perbankan.
Manajemen menyatakan bahwa tambahan fasilitas kredit dalam jumlah besar ini tidak memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan usaha perusahaan. Sebaliknya, fasilitas tersebut dinilai akan memberikan manfaat signifikan bagi pertumbuhan bisnis DCII.
Manfaat yang diperoleh antara lain mendukung kebutuhan pembiayaan belanja modal untuk pembangunan pusat data sebagai bagian dari strategi ekspansi kapasitas, memungkinkan penyelesaian kontrak layanan yang sudah berjalan, serta memperkuat struktur pendanaan jangka panjang perusahaan.
“Secara substansi, transaksi ini menambah kapasitas keuangan perusahaan dan tidak mengubah kegiatan usaha utama,” jelasnya.
Berdasarkan laporan keuangan, total aset DCII hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp7,26 triliun, meningkat dari Rp6,64 triliun pada Desember 2025. Dengan demikian, total aset tersebut hanya setara sekitar 42,7% dari nilai total fasilitas kredit yang diberikan oleh BCA.
Sementara itu, liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp2,87 triliun per Maret 2026, naik dari Rp2,64 triliun pada akhir 2025. Ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp4,38 triliun pada kuartal pertama 2026 dari Rp4 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.