IHSG Berpotensi Lanjut Reli, Ini Rekomendasi Saham Potensial Hari Ini

Saham News - Diposting pada 23 February 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (20/02) dalam kondisi relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,03% ke posisi 8.271,77.

Beberapa saham menjadi penopang pergerakan indeks, seperti BBRI yang naik 1,86%, AMMN menguat 2,93%, serta FILM yang melonjak signifikan 9,49%. Sebaliknya, tekanan terjadi pada DSSA yang melemah 2,03%, BYAN turun 2,26%, dan BRPT terkoreksi 3,81%.

 

Dari sisi arus modal, investor asing mencatatkan aksi jual bersih sekitar Rp360,91 miliar di pasar reguler. Meski demikian, secara keseluruhan pasar masih mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp240,52 miliar.

 

Secara sektoral, tujuh dari total 11 sektor ditutup di zona negatif. Sektor Consumer Non-Cyclical mengalami penurunan terdalam sebesar 1,53%, sementara sektor Infrastruktur mencatat kinerja terbaik dengan kenaikan 0,92%.

 

Aksi akumulasi investor global tersebut turut mendukung performa aset berbasis Indonesia, yang terlihat dari penguatan ETF EIDO serta kenaikan indeks MSCI Indonesia.

 

Secara teknikal, posisi IHSG saat ini berada di area krusial karena tertahan di level resistance MA20 harian. Apabila indeks tidak mampu menembus level 8.400, terdapat peluang terjadinya konsolidasi dengan area support yang diperkirakan berada di kisaran 7.800.

 

Namun, apabila terjadi penguatan pada perdagangan hari ini hingga berhasil melampaui resistance tersebut, terdapat kemungkinan IHSG akan menutup gap dan melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di level 8.700.

 

Dari sisi korporasi, Krakatau Steel (KRAS) melalui entitas anaknya, Krakatau Pipe Industries, berpotensi meraih kontrak senilai sekitar Rp4,10 triliun dari Proyek Strategis Nasional pembangunan pipa gas transmisi Dumai–Sei Mangkei.

 

Proyek tersebut membutuhkan sekitar 83.000 ton pipa untuk jaringan sepanjang 541 kilometer. Dengan total nilai investasi mencapai Rp6,30 triliun, sekitar 60% hingga 65% anggaran dialokasikan untuk material pipa yang seluruhnya dipasok oleh grup Krakatau Steel.

 

Distribusi dilakukan secara bertahap melalui jalur darat dan laut dengan kapasitas kurang lebih 4.000 ton setiap pengiriman. Perusahaan menargetkan seluruh pengiriman selesai tahun ini agar proses pembangunan oleh konsorsium KSO berjalan sesuai jadwal, dengan target konstruksi rampung pada 2027 dan mulai beroperasi penuh pada 2028.

 

Sementara itu, Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) berencana melakukan aksi penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan menerbitkan 8,28 miliar saham baru Seri B pada harga pelaksanaan Rp50 per saham.

 

Langkah ini berpotensi menghimpun dana hingga Rp414 miliar. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi 61,86% saham Jungleland Asia dengan nilai sekitar Rp413,94 miliar, sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja. Rencana tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret mendatang.

 

Rekomendasi saham hari ini dari Mega Capital Sekuritas:

AMMN - Buy 7800-7850 | TP 8000-8250 | SL 7300
EXCL - Buy 3080-3100 | TP 3200-3300 | SL 2930
ARCI - Buy 1790-1810 | TP 1850-1940 | SL 1705
SMGR - Buy 2970-2990 | TP 3100-3150 | SL 2800
GOTO - Buy 60-61 | TP 63-65 | SL 56

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.