IHSG Hadapi Pekan Krusial! Ini 5 Rekomendasi Saham Potensial Hari Ini

Saham News - Diposting pada 02 March 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (27/02) relatif stagnan di posisi 8.235,48. Penguatan indeks terutama ditopang oleh saham BREN yang naik 4,78%, AMMN menguat 4,79%, serta BNBR melonjak 32,92%. Sebaliknya, pergerakan indeks tertahan oleh pelemahan DSSA sebesar 4,91%, BBCA turun 1,71%, dan TLKM terkoreksi 3,01% yang menjadi penekan utama.

 

Aksi jual oleh investor asing masih berlanjut, tercermin dari net sell sebesar Rp801,61 miliar di pasar reguler dan Rp694,05 miliar di keseluruhan pasar. Dari sisi sektoral, sebanyak 7 dari 11 sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,48%, sedangkan sektor keuangan mengalami penurunan paling dalam, yakni 0,83%.

 

Sentimen global turut memengaruhi dinamika pasar. Bursa saham Amerika Serikat berakhir di zona merah, dengan Dow Jones melemah 1,05% ke level 48.977, S&P 500 turun 0,43% ke 6.878, dan Nasdaq terkoreksi 0,92% ke 22.668. Peningkatan ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta ancaman penutupan Selat Hormuz, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Tekanan juga terlihat pada indeks saham offshore Indonesia, tercermin dari ETF EIDO yang turun 0,39% dan MSCI Indonesia yang melemah 1,15%.

 

Di pasar komoditas, situasi geopolitik mendorong harga minyak mentah global melonjak 7,50% dan emas naik 1,85%. Kenaikan harga emas ini disambut positif oleh investor, terlihat dari emiten tambang emas seperti ANTM dan ARCI yang mencatat net foreign buy masing-masing Rp82,03 miliar dan Rp59,10 miliar pada perdagangan Jumat lalu.

 

Dari sisi aksi korporasi, Astra International (ASII) berencana mengajukan usulan dividen final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp292 per saham dalam RUPS yang akan digelar pada April mendatang. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim Rp98 per saham pada Oktober 2025, sehingga total dividen mencapai Rp390 per saham dengan payout ratio 48%.

 

Sepanjang 2025, ASII membukukan laba bersih Rp32,76 triliun atau turun 3,34% secara tahunan. Pendapatan perusahaan tercatat Rp323,39 triliun, melemah 1,54% dibandingkan tahun sebelumnya, dipengaruhi oleh tekanan harga batu bara global serta menurunnya permintaan kendaraan baru. Perseroan juga telah menyelesaikan program buyback saham tahap pertama senilai Rp2 triliun pada Januari dan tahap kedua sebesar Rp685 miliar pada Februari.

 

Rekomendasi saham hari ini:

ANTM – Buy 4350–4370 | TP 4500–4600 | SL 4170
BULL – Buy 510–515 | TP 555–590 | SL 480
RATU – Buy 7275–7300 | TP 7675–8100 | SL 6850
MEDC – Buy 1730–1735 | TP 1775–1820 | SL 1615
ARCI – Buy 1880–1890 | TP 1930–2020 | SL 1765

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa seluruh analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu.

 

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor sesuai dengan profil risiko serta tujuan keuangan pribadi. Lakukan investasi dengan bijak.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.