Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Saham News - Diposting pada 09 July 2025 Waktu baca 5 menit
Penawaran saham perdana PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang berlangsung sejak 2 hingga 7 Juli 2025 sukses menarik minat besar dari investor ritel. Dengan menawarkan sebanyak 12,48 miliar lembar saham pada harga Rp190 per saham, emiten ini berpotensi meraup dana hingga Rp2,37 triliun. Para investor individu pun berlomba-lomba mendapatkan porsi saham, yang kerap disebut “jatah remah” di tengah persaingan sengit.
Mengutip laporan CNBC Indonesia, IPO CDIA mengalami oversubscription hingga 400 kali lipat. Sementara itu, khusus untuk alokasi investor ritel yang melalui sistem COIN, permintaan tercatat mencapai 70 kali lebih besar dibanding jumlah saham yang tersedia.
Proses penjatahan saham dilakukan melalui dua skema utama:
Fixed allotment sebesar 10% untuk investor institusi
Pooling allotment untuk investor ritel
Dalam kondisi permintaan yang tinggi, porsi pooling allotment berpotensi ditingkatkan antara 5% hingga 12,5% tergantung pada tingkat antusiasme pemesanan.
Berdasarkan laporan Katadata, mekanisme pooling allotment menggabungkan seluruh pesanan investor ritel dari berbagai sekuritas menjadi satu data entri. Prioritas alokasi saham diberikan berdasarkan waktu pemesanan. Setiap investor ritel berpeluang memperoleh minimal 10 lot atau setara 1.000 lembar saham sebagai jatah awal, sebelum nantinya diterapkan penjatahan secara proporsional.
Salah satu daya tarik IPO CDIA terletak pada modal awal yang sangat terjangkau. Dengan hanya Rp19.000, investor ritel sudah bisa memiliki 100 lembar saham.
Sebagai anak usaha dari Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), CDIA bergerak di sektor energi dan infrastruktur yang berada di bawah kendali konglomerat Prajogo Pangestu. Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperluas portofolio bisnis, termasuk investasi di sektor energi, logistik, pelabuhan, dan fasilitas penyimpanan. Rinciannya, sekitar Rp871,7 miliar dialokasikan untuk pengadaan kapal dan pengembangan logistik, sementara Rp1,5 triliun diarahkan untuk pembangunan pelabuhan serta infrastruktur pendukungnya.
Masuknya saham CDIA dengan potensi dana Rp2,37 triliun dinilai akan menambah likuiditas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski demikian, investor ritel tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko, antara lain potensi aksi ambil untung (profit-taking) setelah saham listing dan potensi spread harga yang lebar dalam fase awal perdagangan.
Berdasarkan prospektus, CDIA juga berkomitmen membagikan dividen payout sebesar 40%, mencerminkan upaya perusahaan untuk memberikan imbal hasil bagi para pemegang saham usai pencatatan saham di bursa.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.