Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 07 January 2026 Waktu baca 5 menit
Saham-saham yang berada di bawah naungan Grup Bakrie kembali menjadi sorotan pasar pada awal 2026. Emiten seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat kenaikan harga yang tajam dalam tiga bulan terakhir, sejalan dengan meningkatnya ketertarikan investor terhadap saham komoditas serta membaiknya persepsi terhadap kinerja fundamental perusahaan.
Berdasarkan data perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, saham BUMI berada di posisi 464. Dalam kurun tiga bulan terakhir, harga saham ini melonjak hingga 186,96%. Perusahaan yang bergerak di sektor minyak, gas, dan batu bara tersebut juga tergolong saham syariah dan aktif diperdagangkan untuk keperluan perdagangan harian, dengan kisaran teknikal antara 128 hingga 464.
Sementara itu, saham BRMS diperdagangkan di level 1.265 dan mencatatkan kenaikan sebesar 33,68% dalam tiga bulan terakhir. Emiten sektor bahan baku ini juga masuk dalam kategori saham syariah dan menjadi salah satu saham yang ramai diperdagangkan setiap hari. Secara teknikal, pergerakan harga BRMS berada pada rentang 855 hingga 1.300, menandakan tren penguatan yang masih berlanjut sejak akhir 2025.
Adapun saham DEWA tercatat di level 820 dengan lonjakan harga mencapai 144,05% dalam tiga bulan terakhir. Emiten jasa pertambangan batu bara ini kembali menarik minat pasar, khususnya trader jangka pendek, dengan rentang pergerakan harga antara 296 hingga 820. Sama seperti BUMI dan BRMS, DEWA juga termasuk saham syariah dengan tingkat likuiditas yang cukup tinggi.
Analis pasar modal Traderindo, Wahyu Tri Laksono, menilai kebangkitan saham-saham Grup Bakrie didorong oleh masuknya investor strategis serta perbaikan struktur keuangan, terutama pada BUMI dan BRMS.
Menurut Wahyu, keterlibatan Grup Salim di BUMI dan BRMS memberikan kembali kepercayaan pasar. Keberhasilan restrukturisasi utang membuat kondisi fundamental kedua emiten tersebut jauh lebih solid dibandingkan satu dekade lalu.
Selain faktor kepemilikan, prospek bisnis emas menjadi katalis utama bagi BRMS. Persepsi pasar terhadap saham ini mulai berubah seiring peningkatan target produksi dan masih tingginya harga emas global.
Wahyu menilai BRMS kini tidak lagi dipandang sebagai saham spekulatif semata, melainkan sebagai produsen emas yang serius, dengan lonjakan target produksi pada 2026 yang sejalan dengan tren harga emas dunia.
Sentimen positif juga diperkuat oleh peluang serta realisasi masuknya saham-saham Grup Bakrie ke dalam indeks global. Inklusi ke indeks internasional dinilai mendorong aksi beli berskala besar dari investor institusi asing.
Dari sisi strategi perdagangan, Wahyu menilai saham-saham Grup Bakrie menarik bagi trader karena likuiditas yang tinggi dan pergerakan harga yang agresif.
Meski demikian, ia mengingatkan investor jangka panjang untuk tetap waspada mengingat rekam jejak volatilitas saham-saham Grup Bakrie yang sangat ekstrem, meskipun kondisi fundamental saat ini dinilai lebih baik dibandingkan sepuluh tahun lalu.
Ia menyarankan agar alokasi investasi pada saham-saham tersebut tetap dibatasi dalam portofolio.
Menurutnya, jika investor ingin berinvestasi, porsi kepemilikan sebaiknya tidak mendominasi portofolio, dibatasi sekitar 10–15%, serta menggunakan dana yang siap menanggung risiko.
Dengan lonjakan harga yang tajam dan meningkatnya likuiditas, saham-saham Grup Bakrie menawarkan peluang sekaligus risiko pada awal 2026. Pelaku pasar diimbau tetap disiplin dalam pengelolaan risiko dan menyesuaikan strategi investasi dengan profil masing-masing.
Sumber: kabarbursa.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.