Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 18 June 2023 Waktu baca 5 menit
Sebuah studi yang dilakukan oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) telah menemukan bahwa 24 persen dari pekerjaan yang ada akan terpengaruh oleh kemajuan kecerdasan buatan, sementara 9 persen mungkin hilang sama sekali.
Laporan studi ini akan diterbitkan secara resmi pada bulan Juli 2023, laporan OECD memperingatkan bahwa pekerja terampil tinggi berisiko digantikan oleh AI.
"Pada kali ini, pekerjaan yang dapat diotomatisasi adalah pekerjaan berintelektual tinggi, di sektor tersier, tidak seperti revolusi industri sebelumnya yang menghancurkan pekerjaan berpakaian biru atau pekerjaan yang melibatkan kerja fisik atau manual," kata Stefano Scarpetta, direktur riset OECD, kepada France Televisions pekan ini.
Berdasarkan wawancara dengan 5.000 pekerja dari negara-negara OECD, di 2.000 perusahaan di sektor keuangan dan manufaktur, organisasi tersebut juga mencatat ketakutan yang disebabkan oleh AI.
Sebanyak 30 persen pekerja yang disurvei mengatakan mereka "khawatir" tentang perkembangannya, sementara 19 persen mengatakan mereka "sangat khawatir" dan merasa pekerjaan mereka terancam.
Namun perkiraan ini sudah hampir usang, menurut Scarpetta. "Kami melakukan studi ini sebelum ChatGPT hadir," katanya.
Generasi konten yang diterbitkan oleh perusahaan Amerika OpenAI sedang mengubah permainan sedikit lebih banyak, katanya, dan "lebih banyak pekerjaan daripada yang diharapkan mungkin terpengaruh, dan dampaknya terhadap dunia kerja mungkin bahkan lebih meluas dari yang kita pikirkan".
Pekerjaan yang diciptakan dalam bidang keamanan siber
Pada bulan Maret, bank Amerika Goldman Sachs menerbitkan perkiraan bahwa 300 juta pekerjaan di seluruh dunia bisa digantikan oleh AI dalam beberapa tahun mendatang.
Ini terutama pekerjaan kantor dan tugas administrasi, tidak seperti pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan.
Sementara menurut Forum Ekonomi Dunia, 83 juta pekerjaan kemungkinan akan hilang dalam lima tahun mendatang tetapi 69 juta pekerjaan lainnya bisa diciptakan, dengan permintaan tinggi di sektor keamanan siber dan teknologi baru.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.