Bitcoin Anjlok ke $77.000! Saham Kripto Ikut Tumbang, Ada Apa?

Crypto News - Diposting pada 10 April 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi AI

Bitcoin Turun ke $77.000 di Tengah Ketegangan Perdagangan Global, Saham Kripto Ikut Terpukul

Pada awal April 2025, pasar kripto dikejutkan oleh penurunan tajam harga Bitcoin yang mencapai kisaran $77.000. Penurunan ini terjadi setelah kebijakan tarif baru dari Presiden AS Donald Trump memicu ketegangan perdagangan global yang semakin membebani pasar keuangan.

 

Bitcoin dan Saham Terkait Tertekan

Data pada 8 April 2025 menunjukkan Bitcoin melemah dari posisi sekitar $80.000 menjadi $77.000. Tekanan ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar atas kebijakan perdagangan AS yang agresif, laju inflasi yang masih tinggi, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

 

Saham-saham yang terkait erat dengan aset digital juga ikut terimbas. Saham perusahaan teknologi Strategy, yang dikenal memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin, anjlok hampir 5%. Saham Coinbase Global, platform perdagangan kripto utama, terkoreksi sekitar 2%, sedangkan saham Mara Holdings, perusahaan tambang Bitcoin, jatuh lebih dari 4%, menurut laporan Investopedia (9/4/2025).

 

Pemicunya: Tarif Impor 104% AS ke China

Mengutip Crypto Briefing, para analis menilai pengumuman tarif 104% oleh Presiden Trump terhadap produk impor asal China menjadi salah satu pemicu utama volatilitas ini. Ketegangan perdagangan yang meningkat mendorong pelaku pasar menghindari aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

 

Peringatan dari Regulator Eropa

Sementara itu, Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) mengeluarkan peringatan soal risiko sistemik dari ekspansi industri kripto. Meskipun skala pasar kripto masih tergolong kecil, ESMA mengingatkan bahwa dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, gejolak kecil dapat membawa dampak besar bagi stabilitas keuangan global, demikian dilaporkan Reuters (9/4/2025).

 

Penurunan tajam Bitcoin dan koreksi pada saham-saham kripto mencerminkan sensitivitas pasar terhadap faktor-faktor eksternal, terutama kebijakan dagang dan dinamika makroekonomi global. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan risiko jangka panjang dalam strategi investasi mereka.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.