Waspada! 3 Altcoin Ini Rawan Disapu Likuidasi di Awal Februari 2026

Crypto News - Diposting pada 04 February 2026 Waktu baca 5 menit

Memasuki awal Februari 2026, pasar kripto bergerak dalam volatilitas tinggi seiring meningkatnya penggunaan leverage. Tarik-menarik antara kekuatan beli dan jual mendorong risiko likuidasi ke level yang lebih tinggi, khususnya pada altcoin yang dipenuhi posisi Long dan Short di area harga penting.

 

Data terkini menunjukkan Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan TRON (TRX) sebagai tiga altcoin yang paling berpotensi mengalami likuidasi besar sepanjang pekan pertama Februari.

 

Dalam empat hari terakhir, nilai likuidasi global tercatat melampaui US$5 miliar, tertinggi sejak Oktober tahun sebelumnya. Kondisi ini menggerus modal trader ritel dan berisiko menekan momentum pasar dalam jangka pendek.

 

Di tengah situasi tersebut, altcoin dengan leverage agresif dan likuiditas yang rapuh menjadi titik paling sensitif, karena fluktuasi harga kecil sekalipun dapat memicu gelombang likuidasi berantai dari kedua sisi pasar.

 

Solana (SOL) di Persimpangan Penting Dua Tahun

Solana sempat menembus ke bawah level US$100, yang selama dua tahun terakhir berfungsi sebagai area support terkuat. Peta likuidasi memperlihatkan dominasi posisi Short di zona ini, mengindikasikan ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan lanjutan.

 

Namun, tekanan tersebut berhadapan dengan sejumlah faktor pendukung. Sepanjang Januari, ekosistem Solana mencatat penambahan lebih dari 10 juta alamat baru per hari, didorong oleh aktivitas meme coin, ekspansi stablecoin USD1, serta meningkatnya ketertarikan terhadap fitur privasi.

 

Berdasarkan proyeksi likuidasi, rebound SOL ke atas US$113 berisiko memicu likuidasi posisi Short hingga sekitar US$500 juta. Sebaliknya, penurunan ke level US$86 dapat melikuidasi posisi Long senilai lebih dari US$142 juta. Situasi ini membuat pergerakan harga SOL sangat peka terhadap perubahan sentimen jangka pendek.

 

Hyperliquid (HYPE) Stabil, Namun Mudah Berfluktuasi

Hyperliquid tampil berbeda di tengah pelemahan pasar. Sejak mencapai titik terendah pada 21 Januari, HYPE masih mampu menguat sekitar 50%, ketika banyak altcoin lain justru mencetak level terendah baru.

 

Peta likuidasi menunjukkan distribusi posisi Long dan Short yang relatif seimbang. Di kisaran harga US$31, kenaikan menuju US$35,5 berpotensi melikuidasi Short senilai US$80 juta, sementara penurunan ke US$26 dapat memicu likuidasi Long dengan nilai yang hampir sama.

 

Walau didukung sentimen positif seperti pemangkasan alokasi token tim hingga 90% serta lonjakan volume perdagangan, data arus dana menunjukkan tekanan keluar yang cukup besar. Likuiditas yang terbatas membuat HYPE rentan mengalami pergerakan tajam dalam waktu singkat.

 

TRX Tertekan Sentimen, Fundamental Jaringan Menguat

TRON berada di bawah tekanan sentimen menyusul tuduhan manipulasi pasar yang menyeret nama pendirinya pada fase awal proyek. Isu ini memicu kekhawatiran jangka pendek dan meningkatkan minat posisi Short di pasar derivatif.

 

Jika harga TRX mampu menembus di atas US$0,31, posisi Short berpotensi terlikuidasi hingga US$29 juta. Namun di sisi lain, data on-chain menunjukkan aktivitas jaringan tetap kuat.

 

Tron Inc tercatat menambah kepemilikan lebih dari 173.051 TRX di harga rata-rata US$0,29, sementara jumlah alamat aktif mingguan telah mencapai 24,68 juta. Benturan antara sentimen negatif dan fundamental jaringan membuat arah pergerakan TRX sulit dipastikan dalam jangka pendek.

 

Kesimpulan

Lonjakan likuidasi tidak hanya memengaruhi pergerakan harga, tetapi juga struktur pasar secara keseluruhan. Ketika modal ritel tergerus, daya beli melemah dan volatilitas justru berpotensi bertahan tanpa arah yang jelas.

 

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan altcoin cenderung cepat dan ekstrem, dengan ancaman likuidasi yang mengintai baik posisi Long maupun Short. Awal Februari menjadi periode krusial untuk menilai apakah pasar mampu menemukan keseimbangan baru atau justru terjebak dalam fase stagnasi yang lebih panjang.

 

FAQ

Apa yang dimaksud likuidasi dalam trading kripto?
Likuidasi terjadi ketika posisi leverage trader ditutup secara otomatis karena margin tidak lagi mencukupi akibat pergerakan harga yang berlawanan.

 

Mengapa awal Februari 2026 rawan likuidasi?
Karena volatilitas meningkat, posisi leverage menumpuk di area harga kunci, serta likuiditas pasar cenderung menipis setelah tekanan penurunan sebelumnya.

 

Apakah likuidasi selalu berdampak negatif?
Dalam jangka pendek, likuidasi memperbesar volatilitas. Namun dalam jangka panjang, proses ini dapat membersihkan posisi berisiko tinggi dan membantu pembentukan struktur pasar yang lebih sehat.

 

Altcoin mana yang paling rentan saat volatilitas tinggi?
Altcoin dengan leverage besar, likuiditas rendah, dan sentimen pasar yang terpecah biasanya paling berisiko mengalami likuidasi massal.

 

Bagaimana cara mengurangi risiko likuidasi?
Trader umumnya menurunkan leverage, menerapkan manajemen risiko yang ketat, serta memperhatikan area support dan resistance utama.

Sumber: indodax.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.