Saham News
Purbaya ke Investor: Jangan Cemas, Pemerintah Paham Kondisi Pasar
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 04 February 2026 Waktu baca 5 menit
Isu mengenai rencana penutupan Tokopedia dan penggantiannya oleh TikTok Shop ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @ecommurz, yang dikenal kerap membagikan kabar seputar dunia startup.
Akun tersebut menyebutkan adanya informasi internal yang menyatakan bahwa aplikasi Tokopedia akan dihentikan, sementara TikTok Shop akan beroperasi melalui aplikasi terpisah. Menanggapi kabar tersebut, pihak TikTok menyampaikan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk terus menanamkan investasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang guna mendorong pertumbuhan serta inovasi yang berkelanjutan.
Isu penutupan Tokopedia mencuat sekitar sepekan setelah TikTok menunjuk Melissa Sisa Juminto sebagai komisaris, menggantikan perannya sebelumnya sebagai CEO. Melissa diketahui memimpin Tokopedia sejak awal berdirinya perusahaan yang didirikan oleh William Tanuwijaya, yang kini berada di bawah naungan GoTo.
Sebagai catatan, GoTo telah melepas 75% saham Tokopedia kepada ByteDance, induk perusahaan TikTok, pada Januari 2024. Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun CNBC Indonesia, proses integrasi pascaakuisisi berdampak pada sekitar 420 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja hingga Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 180 karyawan terdampak pada Juli, disusul 240 karyawan pada Agustus.
Pengurangan tenaga kerja tersebut mencakup berbagai divisi, termasuk teknologi informasi, layanan pelanggan, tim pemenuhan pesanan, hingga operasional gudang. Di sisi lain, TikTok juga diterpa isu pemberian insentif berupa subsidi iklan hingga 30% bagi pedagang asal China di TikTok Shop, sementara kebijakan serupa tidak diterapkan bagi penjual lokal di Indonesia.
Menurut data Sensor Tower, Tokopedia saat ini menempati posisi ketiga sebagai aplikasi ritel dengan jumlah unduhan terbesar di Indonesia. Sementara itu, TikTok yang diklasifikasikan sebagai aplikasi media sosial masih menjadi aplikasi paling banyak diunduh di Tanah Air. Meski berstatus aplikasi media sosial, TikTok mencatat nilai transaksi tertinggi di Indonesia, disusul oleh Google One, Vidio, Facebook, dan CapCut dari sisi pendapatan.
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.