Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 30 August 2025 Waktu baca 5 menit
Menjelang akhir pekan, situasi politik Indonesia semakin memanas. Aksi demonstrasi terjadi di berbagai daerah, terutama di Jakarta. Unjuk rasa telah berlangsung sejak Senin dan berlanjut hingga Kamis, dengan puncaknya yang semakin tegang pada Jumat (29/8/2025).
Awalnya, aksi ini merupakan tuntutan buruh. Namun, eskalasi meningkat setelah Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis Brimob di Bendungan Hilir, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Rekaman insiden memperlihatkan korban terjatuh, kendaraan Baracuda tetap melaju tanpa henti, hingga kerusuhan berujung tragedi.
| No | Tuntutan |
|---|---|
| 1 | Menurunkan Prabowo-Gibran |
| 2 | Membubarkan Kabinet Merah-Putih |
| 3 | Membubarkan DPR RI |
| 4 | Menghentikan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia |
| 5 | Menangkap dan mengadili Fadli Zon atas dugaan penyangkalan tragedi pemerkosaan massal 1998 |
| 6 | Menolak Rancangan Kitab Hukum Undang-Undang Anti-Pemerasan (RKHUAP) |
| 7 | Transparansi gaji anggota DPR |
| 8 | Membatalkan kebijakan tunjangan rumah anggota DPR |
| 9 | Menggagalkan rencana kenaikan gaji anggota DPR |
Aksi ini memicu reaksi keras publik dan meluas ke berbagai daerah, dengan titik utama di depan gedung DPR/MPR, markas Brimob, Polda Metro Jaya, kantor polisi daerah, serta gedung perwakilan rakyat daerah.
| No | Tuntutan |
|---|---|
| 1 | Menolak upah rendah dan menghapus sistem outsourcing |
| 2 | Menaikkan Upah Minimum |
| 3 | Meningkatkan Pendapatan Tak Kena Pajak (PTKP) |
| 4 | Menghapus pajak atas THR dan pesangon |
| 5 | Membatasi sistem kerja kontrak |
| 6 | Menghentikan PHK |
| 7 | Membatasi tenaga kerja asing |
| 8 | Menghapus Omnibus Law dan mengganti dengan UU ketenagakerjaan baru |
Aksi protes masyarakat, yang sering disebut demonstrasi, tidak dapat dipisahkan dari dinamika politik sebuah negara. Khususnya di negara demokrasi, demonstrasi menjadi sarana penting bagi warga untuk mengekspresikan pandangan mereka.
Namun, fenomena demonstrasi besar-besaran tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut laporan Live Science, berikut adalah daftar aksi protes terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah dunia.
| No | Peristiwa & Tahun | Parafrase Deskripsi |
|---|---|---|
| 1 | Protes Rakyat Filipina (1986) | Filipina mengalami salah satu demonstrasi terbesar pada tahun 1986 ketika Ferdinand Marcos diumumkan sebagai pemenang pemilu setelah berkuasa selama dua dekade. Dugaan kecurangan membuat jutaan warga turun ke jalan, bahkan militer berbalik arah. Pada 25 Februari 1986, Marcos melarikan diri dan Aquino resmi menjadi presiden. |
| 2 | Demonstrasi Jalan Baltik (1989) | Pada 23 Agustus 1989, jutaan warga Latvia, Lituania, dan Estonia membentuk rantai manusia sepanjang lebih dari 400 mil sebagai simbol perlawanan terhadap rezim Komunis. Aksi ini menjadi salah satu protes terbesar di Uni Soviet, yang turut memicu runtuhnya Tembok Berlin dan kemerdekaan ketiga negara Baltik dua tahun kemudian. |
| 3 | Demonstrasi Tembok Berlin (1989) | Tekanan publik yang semakin kuat sepanjang 1989 membuat pemerintah Jerman Timur akhirnya membuka akses lintas perbatasan pada 9 November, dua bulan setelah protes besar dimulai. Ini mengakhiri pemisahan Berlin Timur dan Barat selama 28 tahun. |
| 4 | Protes Lapangan Tiananmen (1989) | Sekitar satu juta orang, terutama mahasiswa yang menuntut reformasi demokrasi, berkumpul damai di Beijing selama tujuh minggu. Namun, aksi ini berakhir tragis ketika militer China mengerahkan tank, menyebabkan ratusan korban jiwa dan kecaman internasional. |
| 5 | Demonstrasi Nasional Afrika Selatan (1994) | Pada 26 Juni 1994, ratusan ribu warga Afrika Selatan ikut serta dalam aksi "Tetap di Rumah" sebagai bentuk protes anti-apartheid yang dipimpin ANC Nelson Mandela. Tanggal tersebut kini dikenang sebagai Hari Kebebasan Nasional. |
| 6 | Protes Anti-Perang Irak (2003) | Pada 15 Februari 2003, jutaan orang dari lebih 600 kota dunia menentang invasi AS ke Irak. Di Roma, jumlah peserta mencapai 3 juta, sementara London 750 ribu dan Madrid 1,5 juta. Namun, invasi tetap dilaksanakan pada 20 Maret 2003. |
| 7 | Women's March (2017) | Menanggapi pernyataan kontroversial Donald Trump yang dianggap merendahkan perempuan, ratusan ribu orang turun ke jalan pada Januari 2017, bersamaan dengan hari pelantikannya sebagai Presiden AS. Di Washington saja, jumlahnya mencapai setengah juta. |
| 8 | March for Science (2017) | Pada Hari Bumi 22 April 2017, lebih dari 100 ribu orang berdemonstrasi di Washington D.C., mendukung kebijakan berbasis sains terutama terkait isu iklim. Aksi serupa terjadi di 600 kota di dunia, melibatkan lebih dari 1 juta peserta. |
| 9 | Demonstrasi Black Lives Matter – Kematian George Floyd (2020) | Setelah kematian George Floyd pada Mei 2020 akibat kekerasan polisi, protes besar terjadi di 75 kota AS dan meluas ke seluruh dunia, mengangkat isu rasisme dan ketidakadilan rasial. |
| 10 | Demonstrasi Petani India (2020-2021) | Sekitar 250 juta orang terlibat dalam protes menentang undang-undang pertanian baru yang dinilai merugikan petani. Setelah aksi blokir jalan, mogok makan, dan pembakaran ladang, pemerintah India akhirnya mencabut undang-undang tersebut pada November 2021. |
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.