Saham News
Rekomendasi Saham Hari Ini (5 Juni 2026): Cek Prediksi IHSG dan Saham Pilihan Analis
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 05 June 2026 Waktu baca 5 menit
Sejumlah analis tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap emiten batu bara yang memiliki porsi penjualan ekspor besar, meskipun importir di China dalam beberapa waktu terakhir menunda pembelian untuk kontrak pengiriman Juni 2026.
Berdasarkan data Bloomberg per Jumat (5/6/2026), sebanyak 13 analis memberikan rekomendasi beli terhadap saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), sementara 12 analis merekomendasikan hold dan 2 analis memberikan rekomendasi jual.
Bloomberg menghimpun pandangan dari total 27 analis yang meliput saham ITMG, dengan target harga dalam 12 bulan ke depan berada pada level Rp28.013 per saham.
Target tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 28,5% dibandingkan harga perdagangan terakhir yang berada di level Rp21.800 per saham.
Sementara itu, mayoritas dari 17 analis yang dihimpun Bloomberg juga memberikan pandangan positif terhadap saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Sebanyak 16 analis merekomendasikan beli, sedangkan 1 analis menyarankan hold.
Berdasarkan konsensus tersebut, target harga saham AADI dalam 12 bulan mendatang diperkirakan mencapai Rp14.304 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sebesar 90,7% dibandingkan posisi harga saat ini di level Rp7.500 per saham.
Selain itu, enam analis yang datanya dihimpun Bloomberg secara seragam memberikan rekomendasi buy untuk saham PT Indika Energy Tbk (INDY), dengan target harga sebesar Rp4.483 per saham.
Target harga tersebut mengindikasikan peluang kenaikan sekitar 128,7% dibandingkan harga saham saat ini yang berada di kisaran Rp1.960 per saham.
Di sisi lain, konsensus tiga analis untuk saham BUMI juga memberikan rekomendasi beli dengan target harga yang berada di sekitar Rp290 per saham.
Target tersebut menunjukkan potensi apresiasi sekitar 105,7% dibandingkan harga saham saat ini yang berada di level Rp141 per saham.
Namun demikian, pandangan positif sejumlah perusahaan sekuritas tersebut kini menghadapi risiko akibat potensi terhambatnya ekspor batu bara ke China, yang merupakan salah satu pembeli batu bara terbesar dari Indonesia.
Mengutip laporan Bloomberg News, Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China (CCTD) menyampaikan bahwa beberapa pembeli di China memutuskan untuk menunda impor batu bara bulan Juni setelah Indonesia berencana memusatkan kegiatan ekspor untuk sejumlah komoditas, termasuk batu bara.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh CCTD dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026).
Menurut Ma Yanxu, analis dari CCTD, kebijakan baru Indonesia yang mulai diberlakukan sejak 1 Juni telah menyebabkan proses transaksi berjalan lebih lambat, mendorong kenaikan harga, serta memperketat ketersediaan pasokan.
Sebagai catatan, Indonesia juga telah menurunkan kuota produksi batu bara tahun 2026 menjadi sekitar 600 juta ton. Selain itu, pemerintah meningkatkan kewajiban pemenuhan pasar domestik yang mengharuskan perusahaan tambang memprioritaskan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri.
Pelaku pasar sendiri masih memiliki pandangan yang berbeda terkait apakah lonjakan harga domestik yang dipicu oleh kecelakaan fatal di wilayah Shanxi dapat bertahan dalam jangka panjang.
Pembatasan yang terutama menyasar tambang batu bara kokas milik swasta berpotensi memperlambat proses pemulihan pasar dan dapat memperpanjang dampaknya selama sekitar tiga hingga enam bulan.
Sementara itu, sejumlah produsen batu bara termal menawarkan diskon harga pada pekan ini karena dampak kecelakaan tersebut dinilai tidak terlalu besar terhadap batu bara termal dibandingkan dengan batu bara kokas.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa persediaan batu bara untuk kebutuhan energi di kawasan pesisir China meningkat sebesar 87% secara tahunan pada pekan yang berakhir 1 Juni. Pada periode yang sama, konsumsi harian batu bara tercatat tumbuh sebesar 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sumber: bloombergtechnoz.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.